AMBON, MalukuTerkini.com – Tiongkok mendominasi daftar lima negara tujuan utama ekspor Provinsi Maluku Utara sepanjang periode Januari – Juni 2026, dengan menyumbang lebih dari 90 persen dari total nilai pengiriman barang ke luar negeri.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid dalam keteranganya yang diterima malukuterkini.com, Senin (3/8/2026) menjelaskan aktivitas perdagangan luar negeri daerah tersebut menunjukkan kinerja positif.
“Total nilai ekspor Maluku Utara ke seluruh negara tujuan pada semester pertama tahun 2026 berhasil menembus angka US$8.341,91 juta. Capaian ini mencatatkan kenaikan yang lumayan signifikan, yakni tumbuh US$1.493,16 juta atau naik 21,80 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” jelasnya.
Ia merincikan, lonjakan performa dagang ini utamanya dipicu oleh melesatnya permintaan dan nilai ekspor ke sejumlah negara mitra utama.

“Tiongkok mencatatkan peningkatan nilai ekspor sebesar US$1.030,62 juta atau tumbuh 15,65 persen. Selain Tiongkok, lonjakan yang sangat tajam juga terjadi pada pasar Korea Selatan yang nilainya meroket hingga 1.856,31 persen atau bertambah US$169,34 juta. Secara khusus pada bulan Juni 2026 saja, pengiriman komoditas dari Maluku Utara ke Negeri Tirai Bambu tersebut tercatat menyentuh angka US$1.228,37 juta,” rincinya.
Menurutnya, data BPS memperlihatkan peta lima negara tujuan ekspor terbesar Maluku Utara selama Januari hingga Juni 2026, yang mana Tiongkok kokoh berada di posisi puncak dengan kontribusi sebesar US$7.616,16 juta atau menguasai 91,30 persen pangsa pasar.
“Posisi kedua ditempati oleh Korea Selatan dengan nilai US$178,47 juta (2,14 persen), disusul Turki di peringkat ketiga sebesar US$159,04 juta (1,91 persen), Jepang di urutan keempat dengan US$154,53 juta (1,85 persen), dan Kroasia melengkapi posisi lima besar dengan nilai US$85,74 juta (1,03 persen). Sementara itu, akumulasi ekspor ke negara-negara lainnya di luar lima besar tersebut menyumbang US$147,97 juta atau sekitar 1,77 persen dari total ekspor,” ungkapya.
Mengenai jenis barang yang dikirim, Harim Arrosid menjelaskan komoditas unggulan yang mendominasi pengiriman ke Tiongkok sepanjang periode tersebut masih didominasi oleh sektor logam dasar, khususnya Besi dan Baja (HS 72) serta Nikel (HS 75). (MT-06)
