AMBON, MalukuTerkini.com — Kesejahteraan petani di Provinsi Maluku menunjukkan tren positif pada pertengahan tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 2,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia Maritje dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Senin (3/7/2026), menjelaskan angka NTP Maluku merangkak naik dari posisi 92,68 pada Juni 2026 menjadi 95,32 pada Juli 2026.
“Capaian ini diperoleh berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan yang dilakukan di 42 kecamatan di seluruh wilayah Maluku,” jelasnya.

Menurut Maritje, pendorong utama dari lonjakan indeks kesejahteraan tersebut adalah kombinasi antara naiknya harga jual hasil panen dan turunnya beban biaya hidup maupun produksi para petani.
“Peningkatan NTP disebabkan oleh meningkatnya nilai indeks harga hasil produksi pertanian sebesar 1,25 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani justru mengalami penurunan sebesar 1,54 persen,” ungkapnya.
Ia merincikan, peningkatan NTP pada periode Juli 2026 ini tidak lepas dari performa positif di tiga subsektor utama.
“Subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatatkan kenaikan tertinggi yakni mencapai 6,17 persen, disusul oleh subsektor tanaman pangan yang naik sebesar 2,76 persen, serta subsektor peternakan yang tumbuh 1,23 persen,” rincinya.
Kendati demikian, katanya, peningkatan tersebut belum dirasakan secara merata di seluruh sektor pertanian.
“Dua subsektor lainnya masih harus mengalami koreksi penurunan NTP, yaitu subsektor hortikultura yang terkoreksi sebesar -2,41 persen dan subsektor perikanan yang melemah -0,55 persen,” katanya. (MT-06)
