AMBON, MalukuTerkini.com – Harga sejumlah bahan pangan pokok di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku masih menunjukkan variasi cukup tinggi pada Jumat (25/9/2026).
Data harga pangan yang dirilis Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku menunjukkan, komoditas cabai rawit menjadi salah satu bahan pangan dengan disparitas harga paling mencolok.
Kadis Perindag Provinsi Maluku, Jaiz Eli menjelaskan, harga cabai rawit tertinggi tercatat di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mencapai Rp160.000 per kilogram, disusul Seram Bagian Barat (SBB) Rp140.000, Maluku Barat Daya (MBD) Rp125.000, dan Kepulauan Aru Rp116.667.
“Sementara harga terendah tercatat di Kota Ambon sebesar Rp70.000 per kilogram,” ujarnya.
Untuk cabai keriting, harga tertinggi mencapai Rp103.333 per kilogram di Maluku Tengah. Sedangkan di Ambon berada pada level Rp56.667 per kilogram.
Komoditas lain juga memperlihatkan perbedaan harga antardaerah. Beras premium misalnya, berada pada kisaran Rp17.000 Hingga Rp21.000 Per Kilogram, dengan harga tertinggi di Kota Tual Rp21.000.
Beras medium tercatat paling rendah di Ambon sebesar Rp14.000 per kilogram, sedangkan harga tertinggi berada di Kepulauan Tanimbar (KKT) Rp18.000 per kilogram.
“Harga MinyaKita juga masih bervariasi. Di sebagian besar wilayah tercatat Rp15.700 per liter, namun di KKT dan MBD mencapai Rp23.000 per liter,” jelasnya
Sementara itu, harga daging sapi berada pada kisaran Rp100.000 hingga Rp167.500 per kilogram. Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Maluku Tenggara sebesar Rp167.500, sedangkan di Maluku Tengah Rp140.000 dan Kota Ambon Rp130.000.
Ia mengatakan dalam penyampaian perkembangan harga bahan pangan pokok tersebut.
Data tersebut juga menunjukkan sejumlah komoditas hortikultura seperti kangkung, sawi dan tomat memiliki perbedaan harga yang cukup lebar antardaerah.
Untuk kangkung, misalnya, harga berkisar Rp6.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Sedangkan sawi berada pada kisaran Rp6.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Perbedaan harga antardaerah ini menggambarkan kondisi distribusi dan ketersediaan pangan yang tidak seragam di wilayah Maluku, terutama antara daerah perkotaan dan wilayah kepulauan.
“Disperindag Maluku terus memantau perkembangan harga bahan pangan pokok sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (MT-04)
