AMBON, MalukuTerkini.com –Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Ambon dan sekitarnya terpantau masih pekat dan berada dalam kondisi tinggi berdasarkan prakiraan kualitas udara ambien.

Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kualitas udara di wilayah Kota Ambon.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon per Rabu (14/10/2026) pukul 10.00 WIT, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat berada pada kisaran 40 hingga 60 µg/m³, sedangkan PM10 berada di rentang 50 sampai 70 µg/m³.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries B Gaspersz menjelaskan model BMKG menunjukkan sebaran partikulat karhutla di sekitar Kota Ambon berada pada skala tinggi, yakni antara 0,8 hingga 1,0. Menurutnya, kondisi asap yang menyelimuti wilayah Ambon memicu tingginya konsentrasi polutan di udara yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

“Konsentrasi partikulat halus yang tinggi ini rentan masuk hingga ke saluran pernapasan paling dalam, sehingga masyarakat diimbau untuk lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah,” jelas Gaspersz kepada malukuterkini.com di Ambon, Rabu (14/10/2026).

Ia mengaku kadar Ozon Permukaan (O3) berada pada kisaran 0 hingga 40 ppb. “Kendati angka tersebut relatif terkendali secara umum, paparan gas ini diperkirakan tetap tinggi pada periode pukul 07.00 – 13.00 WIT dan berisiko memicu batuk maupun sesak napas jika kadarnya meningkat,” ungkapnya.

Gaspersz berharap warga mengutamakan perlindungan diri, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma.

“Kita imbau warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi aktivitas fisik berat di luar rumah, serta menutup jendela tempat tinggal ketika asap tebal melintas dan memperbanyak konsumsi air putih,” tandasnya. (MT-06)