BULA, MalukuTerkini.com – Personel Satuan Brimob Polda Maluku mengolah air laut menjadi air tawar dan mendistribusikan 5.000 liter air bersih kepada warga Desa Administratif Sesar, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kamis (15/10/2026).
Langkah ini menjadi bentuk pelayanan kemanusiaan Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama di tengah potensi ancaman kekeringan dan keterbatasan akses air bersih akibat kondisi cuaca ekstrem.
Dengan mengerahkan kendaraan khusus (Ransus) Water Treatment milik Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku, para personel memanfaatkan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk mengolah air laut menjadi air tawar yang selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIT di Pelabuhan Sesar Bula, Jalan Lintas Seram.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa semangat “Polisi Bersama Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang diwujudkan melalui kepedulian, kehadiran, dan tindakan konkret untuk membantu menjawab persoalan yang dihadapi warga. Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui pelayanan yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.
Koamndan Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Tedy Purnanto mengatakan pemanfaatan kendaraan Water Treatment merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan kemampuan personel dan dukungan teknologi untuk membantu masyarakat menghadapi kesulitan akses air bersih.
“Semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan, Polri harus hadir dan berupaya memberikan solusi sesuai kemampuan yang dimiliki. Melalui kendaraan Water Treatment ini, kami mengolah air laut menjadi air tawar agar dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, pengolahan air dimulai dengan pengambilan air laut menggunakan pompa celup, kemudian dialirkan ke tangki penampung. Air selanjutnya diproses melalui sistem SWRO untuk mengurangi kandungan garam dan zat terlarut sebelum ditampung dalam tangki stainless dan didistribusikan kepada masyarakat.
Berdasarkan laporan kegiatan, air hasil pengolahan memiliki nilai Total Dissolved Solids (TDS) di bawah 500 ppm. TDS merupakan ukuran jumlah zat terlarut dalam air. Namun, nilai TDS saja tidak cukup untuk memastikan kelayakan air minum sehingga pemeriksaan kualitas sesuai standar kesehatan tetap diperlukan untuk memastikan keamanan konsumsi.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu alternatif dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kepulauan seperti Maluku. Dengan kondisi geografis yang memiliki sumber air laut melimpah, teknologi desalinasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan air tawar, terutama ketika masyarakat menghadapi kendala akses terhadap sumber air bersih.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 20 personel Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor dikerahkan, didukung lima personel Satpolairud Polres SBT, tiga personel KP3 Pelabuhan Bula, serta lima personel Syahbandar Pelabuhan Bula. (MT-07)

