AMBON, MalukuTerkini.com – Kabar membanggakan datang dari Los Angeles, Amerika Serikat. Jeanette Simatauw, penyanyi dan penulis lagu berdarah Maluku yang dikenal di industri musik internasional sebagai Jeanette Sims, membawa lagunya, “ASA”, ke dalam kampanye For Your GRAMMY® Consideration.

Lagu tersebut diajukan untuk dipertimbangkan dalam tiga kategori utama: Song of the Year, Best Pop Vocal Album, dan Best Pop Solo Performance.

Kampanye For Your Consideration merupakan tahap penting dalam perjalanan menuju GRAMMY Awards, di mana karya-karya musik diperkenalkan kepada para anggota pemilih The Recording Academy sebelum daftar nominasi resmi diumumkan.

Judul lagu ini menyimpan makna khusus. Asa, kata dalam bahasa Indonesia yang berarti harapan, kini bergema di tengah industri musik terbesar dunia, dibawa oleh seorang anak Maluku bermarga Simatauw.

Dalam pernyataannya, Jeanette menggambarkan “ASA” sebagai lagu tentang harapan: harapan untuk menemukan kembali cinta yang pernah ada, dan keyakinan bahwa sesuatu yang indah bisa kembali menemukan jalannya kepada kita, bahkan ketika kita mengira semuanya telah hilang.

“Saya sangat bersyukur bisa membagikan lagu ini kepada dunia, dan merasa sangat terhormat ‘ASA’ dipertimbangkan untuk GRAMMY Awards. Terima kasih kepada semua yang telah mendengarkan, terhubung, mendukung, dan percaya pada musik saya. Setiap kali didengarkan, setiap pesan, dan setiap momen yang dibagikan bersama lagu ini, berarti lebih dari yang kalian tahu,” ungkap Jeanette.

Lagu ini juga mendapat sambutan positif dari kritikus. Majalah American Songwriter menyebut “ASA” sebagai perpaduan memukau antara kerapuhan dan kekuatan yang dibawakan dengan suara khas Jeanette Sims, sebuah lagu yang terus terngiang lama setelah selesai diputar.

Jeanette dikenal sebagai musisi yang menciptakan karya dari pengalaman hidup yang membentuk dirinya: cinta, kerinduan, harapan, dan segala hal di antaranya. Lagu “ASA” digarap bersama produser Andre Dinuth, penulis lagu pendamping Rayan Muktiati, serta Wanda Omar pada bas, dan direkam di studio Ian Charlie Hollywood.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia, khususnya masyarakat Maluku. Kehadiran Jeanette di panggung internasional menjadi bukti bahwa di mana pun anak Maluku lahir dan dibesarkan, musik tetap mengalir dalam darahnya.

Momentum ini terasa istimewa bagi Ambon, yang telah ditetapkan UNESCO sebagai City of Music sejak 2019. Langkah Jeanette menegaskan bahwa tradisi musik Maluku terus hidup dan berkembang, melampaui batas geografis.

Bagi musisi-musisi muda di Maluku, kisah Jeanette membawa pesan yang kuat: talenta Maluku layak berdiri di panggung mana pun. Mimpi boleh lahir di kampung, namun bisa terbang hingga ke ujung dunia, asalkan ada keberanian, kerja keras, dan asa yang tak pernah padam.

Jeanette Simatauw (Jeanette Sims) adalah penyanyi dan penulis lagu berdarah Maluku yang tinggal dan berkarya di Los Angeles, Amerika Serikat.

Karya-karyanya lahir dari perjalanan hidup pribadi dan menyentuh tema cinta, kerinduan, dan harapan. Lagunya, “ASA”, diajukan dalam kampanye For Your GRAMMY® Consideration untuk kategori Song of the Year, Best Pop Vocal Album, dan Best Pop Solo Performance. (MT-01)