AMBON, MalukuTerkini.com – Sivitas akademika Universitas Pattimura (Unpatti) beserta seluruh elemen masyarakat Maluku diimbau untuk terus memperkuat budaya saling peduli dan saling mendukung, baik di dalam lingkungan kampus maupun di tengah kehidupan bermasyarakat.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., saat membuka talkshow bertema “Harmoni Tifa dan Totobuang: Baku Kele Mengatasi Cemas dan Menemukan Ritme Diri” yang berlangsung di Aula Rektorat Unpatti, Ambon, Kamis (15/10/2026).

Dalam sambutannya, Nur Aida menegaskan pentingnya mengejawantahkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai hidup orang basudara perlu diwujudkan melalui sikap saling menghargai, mendengarkan tanpa menghakimi, menjaga kepercayaan, serta memberikan dukungan penuh kepada siapa saja yang sedang menghadapi persoalan hidup,” tandasmua.

Ia menjelaskan pembangunan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi maupun sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik semata.

“Kecerdasan intelektual sudah sepatutnya diimbangi dengan perhatian mendalam terhadap kesehatan mental, kematangan emosional, pembentukan karakter, hingga kemampuan adaptif dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan,” jelasnya.

Kubangun juga mengungakpakn ipandangannya mengenai sosok sosok mahasiswa yang tangguh.

“Mahasiswa yang kuat bukanlah mereka yang tidak pernah mengalami masalah, melainkan mereka yang mampu menghadapi kesulitan, berani mencari pertolongan, dan sanggup bangkit kembali tatkala diuji oleh berbagai tantangan,” tandasnya.

Dunia kemahasiswaan sendiri, katanya, memang tidak pernah terlepas dari rupa-rupa tekanan, mulai dari tuntutan akademik yang tinggi, persoalan ekonomi, tekanan keluarga, dinamika pergaulan, hingga rasa cemas terhadap masa depan.

“Berbagai beban tersebut sering kali tidak terlihat dari luar, sehingga diperlukan kepekaan, kepedulian, dan pemahaman yang mendalam dari lingkungan sekitar terhadap kondisi psikologis setiap individu,” katanya.

Ia berharap agar para mahasiswa tidak ragu untuk berbagi cerita dan membuka diri kepada orang-orang yang dipercaya tatkala dihadang kesulitan.

“Kehadiran dukungan dari lingkungan sekitar merupakan pilar penting dalam membantu seseorang melewati masa-masa sulit sekaligus membangun ketahanan diri yang kokoh,” ungkapnya.

Kubangun juga berpesan agar kegiatan yang mengusung isu kesehatan mental tidak berhenti sebatas seminar, diskusi, atau penyampaian materi semata.

“Momentum ini menjadi pijakan langkah nyata untuk memperkuat kesadaran publik, mengikis stigma negatif yang kerap melekat pada isu kesehatan mental, serta mendorong hadirnya akses layanan dukungan yang mudah dijangkau oleh mahasiswa yang membutuhkan,” tandasmya.

Talkshow yang sarat nilai edukasi ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya, yaitu Dosen Fakultas Kedokteran Unpatti Dr. dr. Bertha Jean Que, Sp.S., M.Kes; Direktur RSKD Provinsi Maluku sekaligus psikiater dr. Sherly Yakobus, Sp.KJ; serta psikolog klinis Febry Elizabet Wattimena, S.Psi., M.Psi., Psikolog. (MT-01)