AMBON, MalukuTerkini.com –  Konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Kota Ambon terpantau berada dalam kondisi konstan sepanjang hari, namun tingkat sebaran partikulat asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) justru melonjak tajam.

Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat Kota Ambon masih diselimuti kondisi berasap.

Berdasarkan data prakiraan kualitas udara ambien dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu (17/10/2026), tingkat PM2.5 maupun PM10 di Kota Ambon menunjukkan grafik yang stabil pada rentang 40 hingga 60 µg/m³ sepanjang pukul 12.00 WIT, 17.00 WIT, hingga 21.00 WIT.

Kondisi serupa juga terjadi pada parameter Ozon Permukaan yang konsisten bertahan di angka 40 sampai 60 ppb.

Kendati parameter PM2.5 stabil, indeks Sebaran Partikulat Karhutla (AOD 550 nm) mencatatkan kenaikan signifikan. Pada pukul 12.00 WIT, sebaran partikulat karhutla masih berada di skala 0,6–0,7, tetapi melonjak drastis mencapai skala tertinggi yakni 0,9–1,0 pada pukul 17.00 WIT dan bertahan hingga pukul 21.00 WIT.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries B Gaspersz, kepada malukuterkini.com di Ambon, Sabtu (17/10/2026) menjelaskan kendati kadar PM2.5 tidak mengalami lonjakan, ancaman dari konsentrasi partikulat asap yang makin pekat tetap membutuhkan perhatian serius dari warga.

“Kendati kadar PM2.5 berada dalam angka yang relatif stabil, kita harus tetap waspada karena indeks sebaran partikulat asap karhutla mengalami kenaikan yang sangat tajam pada sore hingga malam hari,” ungkapnya.

DLHP mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif guna menjaga kesehatan pernapasan.

“Warga diminta untuk membiasakan diri mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan fisik yang berat di luar rumah. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma harus diperhatikan,” jelasnya.

Selain itu, Gaspersz juga mengimbau masyarakat agar selalu menutup jendela rumah ketika kabut asap menebal. (MT-06)