AMBON, MalukuTerkini.com – Tim Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Bakti Sosial (Baksos) yang dipusatkan di Pukesmas Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Sabtu (6/12/2025).

Pelayanan kesehatan FK Unpatti yang bertajuk BARASEHE (Bakti Aksi, Rangkai Harapan, Sehatkan Hidup dengan Empati) dengan tagline ‘Dari Harapan Menjadi Aksi, Dari Hati Untuk Negeri’ itu dilakukan oleh sejumlah dokter spesialis  maupun dokter umum termasuk yang merupakan dosen FK Unpatti.

Tercatat sebanyak 350 pasien dilayani saat Baksos dimaksud termasuk pelayanan khitanan. Baksos yang dikoordinir Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK Unpatti.

Penjabat Sekda Buru, Azis Tomia saat membuka Baksos tersebut mengapresiasi program FK Unpatti yang menggelar Baksos di wilayah tersebut.

“Apalagi desa yang dipilih merupakan desa yang berada di wilayah barat Kabupaten Buru. Ini akan memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap di tahun depan, FK Unpatti dapat menggelar Baksos yang  sama namun lokasinya di wilayah timur Kabupaten Buru.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni FK Unpatti, dr Irwan, SpJP mengaku selama ini para akademisi FK Unpatti sudah sering ke Kabupaten Buru dalam rangka pengabdian masyarakat.

“Kita sudah sering kesini dalam bentuk tim-tim kecil guna melaksanakan program pengabdian masyarakat. Kita temukan ada masalah kesehatan sehingga kita putuskan untuk melaksanakan baksos ini,” ungkapnya.

Irwan juga berharap Baksos ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat Desa Bara maupun desa-desa sekitarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panita Pelaksana Baksos FK Unpatti, M Fauzan Umaternate menjelaskan, kegiatan Baksos dimaksud terdiri dari Layanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim medis yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Kedokteran dan para dokter sesuai keahlian masing-masing. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan untuk skrining penyakit tidak menular maupun penyakit menular, serta konsultasi kesehatan umum.

“Selain itu juga disediakan layanan tambahan seperti pembagian vitamin, atau pengobatan ringan. Tergantung pada kebutuhan masyarakat yang teridentifikasi sebelumnya. Ada juga sirkumsisi dan bedah minor,” jelasnya. (MT-01)