AMBON, MalukuTerkini.com – Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas di Maluku pada Desember 2025 dibandingkan Desember 2024 menunjukkan tren kenaikan.
“Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku di 3 kabupaten/kota, pada Desember 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,58 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,99 pada Desember 2024 menjadi 110,82 pada Desember 2025. Tingkat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,81 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 3,58 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Senin (5/1/2026)
Dijelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 9 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,73 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,62 persen; kelompok transportasi sebesar 3,90 persen; kelompok kesehatan sebesar 3,38 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,49 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,16 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,34 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,03 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen.
“Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,39 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09 persen,” jelasnya.
Ia merincikan, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Desember 2025, antara lain emas perhiasan, ikan layang/mumar, ikan selar/kawalinya, tarif angkutan udara, cabai rawit, ikan tongkol/komu, ikan tuna/tatihu, sigaret kretek mesin (SKM), beras, bawang merah, wortel, minyak goreng, bensin, cabai merah, biaya akademi/perguruan tinggi, kopi bubuk, ikan cakalang, mobil, ketela pohon dan kue basah.
“Komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain tomat, buncis, bawang putih, bahan bakar rumah tangga, popok bayi sekali pakai/diapers, sawi hijau, sabun mandi, kacang panjang, tarif angkutan laut, seng, garam, parfum, sepatu pria, telepon seluler, tahu mentah, gaun anak, baju anak stelan, pisang, baju muslim wanita dan hand body lotion,” rincinya. (MT-06)



Tinggalkan Balasan