AMBON, MalukuTerkini.com – Guru Besar di jajaran Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon terus bertambah.
Hal itu ditandai dengan pengukuhan 6 guru besar yang berlangsung dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Unpatti yang dipusatkan di Aula Rektorat Unpatti, Ambon, Rabu (11/2/2026).
Keenam guru besar yang dikukuhkan oleh:
- Dr. Hendry Junus Wattimanela, S.Si., M.Si (Ranting Ilmu/Kepakaran Statistika Sosial Pada Fakultas Sains dan Teknologi).
- Dr. Imanuel Berly Delvis Kapelle, S.Si., M.Si (Ranting Ilmu/Kepakaran Kimia Bahan Alam Pada Fakultas Sains dan Teknologi).
- Dr. Wilma Akihary, S.Pd., M.Hum (Ranting Ilmu/Kepakaran Pendidikan Bahasa – Linguistik pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).
- Wilma Latuny, ST., M.Si., M.Phil., Ph.D (Ranting Ilmu/Kepakaran Kecerdasan Buatan pada Fakultas Teknik).
- Dr. Ir. Pieter Thomas Berhitu, ST., MT (Ranting Ilmu/Kepakaran Pengelolaan Wilayah Pesisir pada Fakultas Teknik).
- Dr. Kalvin Karuna, M.Pd (Ranting Ilmu/Kepakaran Didaktika Metodik Pembelajaran Bahasa Jerman pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).
Pengukuhan Guru Besar tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, Teknologi Republik Indonesia Nomor 1759 – 1761/M/KPT.KP/2026 serta 44458/M/KPT.KP/2025, 44459/M/KPT.KP/2025 dan 44466/M/KPT.KP/2025 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.
Seiring dikukuhkannya 6 guru besar ini, maka jumlah guru besar yang ada di Unpatti kini mencapai total 127 orang, yang mana 102 orang diantaranya merupakan guru besar aktif.
mengatakan pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni akademik, namun menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran universitas dalam menjawab tantangan pembangunan daerah dan nasional.
“Berbagai orasi ilmiah yang disampaikan para Guru Besar mencerminkan kontribusi multidisipliner, mulai dari isu adaptasi dan resiliensi lingkungan, penguatan riset bahan alam berbasis potensi lokal, pengembangan identitas kultural melalui kajian bahasa, pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) untuk pemerataan akses dan pengambilan keputusan, hingga perencanaan wilayah terintegrasi dan penguatan literasi berbasis metakognisi,” katanya.
Dijelaskan, potensi akademik yang dimiliki Unpattti harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya sebagai mitra pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.
“Jabatan Guru Besar membawa tanggung jawab moral dan akademik yang besar. Para Guru Besar diharapkan terus menghasilkan karya inovatif dan solutif melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, serta berperan aktif dalam membina dan mendorong percepatan kenaikan jabatan akademik dosen lain,” jelasnya. (MT-01)


Tinggalkan Balasan