AMBON, MalukuTerkini.com – Yayasan Blue Alliance Indonesia resmi berbadan hukum pada 2023 dan merupakan bagian dari jaringan global Blue Alliance yang berkantor pusat di Prancis. Saat ini, organisasi tersebut memiliki country office di tiga negara, yakni Zanzibar (Tanzania), Filipina, dan Indonesia.

Ke depan, Blue Alliance juga berencana melakukan ekspansi ke Malaysia.

Nasional Program Manager Yayasan Blue Allience Indonesia Andreas Hero Ohoiulun kepada wartawan di Ambon, Kamis (12/2/2026) menjelaskan, operasional di Indonesia dimulai pada 2023 di Kabupaten Banggai dan Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah. Selanjutnya, pada 2024 hingga pertengahan 2025, pihaknya mulai menjajaki kerja sama dengan Pemprov Maluku.

“Pembicaraan awal dengan Pemerintah Provinsi Maluku dimulai sekitar Agustus 2025. Kami kemudian berkoordinasi dengan Biro Pemerintahan dan Biro Hukum untuk penyusunan draft MoU dan PKS,” jelasnya.

Terkait lokasi kerja sama di Maluku, ia menegaskan bahwa penentuan kawasan dilakukan melalui proses seleksi yang ketat. Blue Alliance menerapkan 43 pertanyaan penyaringan (screening) yang dikelompokkan dalam empat kategori utama sebelum memutuskan suatu kawasan layak menjadi lokasi pendampingan.

Empat kategori tersebut meliputi: Pertama, Kelayakan biologis, seperti kondisi terumbu karang dan ketersediaan sumber daya ikan.

Kedua, Dukungan pemerintah dan masyarakat, termasuk komitmen pemerintah daerah serta penerimaan masyarakat setempat.

Ketiga, Potensi pengembangan bisnis, yakni peluang kawasan untuk menghasilkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Keempat, Potensi pengembangan blue carbon, termasuk peluang perdagangan karbon biru dari ekosistem pesisir seperti mangrove dan lamun.

“Empat kategori ini menjadi dasar kami dalam menentukan apakah suatu kawasan konservasi atau lokasi tertentu layak untuk didampingi,” jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, Blue Alliance menargetkan kerja sama yang tidak hanya berfokus pada perlindungan ekosistem laut, tetapi juga mendorong keberlanjutan ekonomi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir di Maluku. (MT-04)