AMBON, MalukuTerkini.com – Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon menggelar Pertemuan Raya yang berlangsung di Ambon, Sabtu (21/2/2026).

Perkumpulan Senuor GMKI adalah organisasi wadah para alumni atau senior GMKI  yang dibentuk untuk mendukung peran kader dan organisasi GMKI.

Pertemuan Raya tersebut dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PNPS GMKI) William Sabandar didampingi Ketua PCPS GMKI Cabang Ambon Fredy Leiwakabessy.

Turut hadir juga saat pembukaan tersebut Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena, Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela, Sekjen PNPS GMKI Jeiri Sumampouw, Ketua Dewan Penasehat PNPS GMKI Febry C Tetelepta, Ketua Dewan Penasehat PCPS GMKI Cabang Ambon Richard Louhenapessy dan Ketua MPH Sinode GPM Pendeta SI Sapulette.

Ketua Umum PNPS GMKI William Sabandar saat membuka Pertemuan Raya tersebut mengharapkan para Senior GMKI Cabang Ambon untuk bersama-sama membangun daerah ini.

“Potensi senior GMKI sangat besar. Jika dikumpulkan, ini menjadi kekuatan luar biasa. Hari ini tantangan bukan lagi perang, tetapi kemampuan teknologi dan kapasitas sumber daya manusia,” ungkapnya.

William mengajak seluruh senior GMKI untuk bersinergi mengembalikan kejayaan Ambon dan Maluku melalui kolaborasi lintas sektor.

“Jika kekuatan senior dan kader aktif bersatu, saya yakin GMKI akan semakin maju dan mampu berkontribusi besar bagi pembangunan daerah ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua PCPS GMKI Cabang Ambon Fredy Leiwakabessy mengaku berbagai ide besar yang lahir dari diskursus senior belum sepenuhnya terimplementasi dalam aksi konkret.

“Kita belum bisa mengkombinasikan ide dengan struktur birokrasi, legislatif, maupun gereja secara konkret. Masalah masyarakat seperti sampah dan distribusi kader harus kita jawab dalam langkah konkrit, bukan sekadar wacana,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh senior yang selama ini kurang aktif untuk kembali terlibat dalam persekutuan dan pelayanan.

“GMKI adalah organisasi kekeluargaan yang penuh makna dan berdampak di tiga medan pelayanan yaitu  gereja, perguruan tinggi dan masyarakat,” jelasnya. (MT-01)