AMBON, MalukuTerkini.com – Perkembangan harga berbagai komoditas di Provinsi Maluku secara umum pada Maret 2026 dibandingkan Maret 2025 menunjukkan tren kenaikan.
“Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku di 3 kabupaten/kota, pada Maret 2026 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,40 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,80 pada Maret 2025 menjadi 111,46 pada Maret 2026. Tingkat deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,75 persen dan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 0,58 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Rabu (1/4/2026).
Ia merincikan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 10 indeks kelompok pengeluaran yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 9,55 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,10 persen; kelompok kesehatan sebesar 5,68 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,37 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,84 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,54 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,42 persen; kelompok transportasi sebesar 0,67 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,64 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,64 persen.
“Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2026, antara lain tarif listrik, emas perhiasan, bawang merah, beras, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), ikan cakalang, labu siam/jipang, cabai merah, daging ayam ras, nasi dengan lauk, tarif rumah sakit, tarif angkutan udara, biaya akademi/perguruan tinggi, kangkung, buncis, kopi bubuk, kacang panjang, sawi hijau dan sigaret putih mesin (SPM). Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain ikan layang/momar, ikan tongkol/komu, ikan selar/kawalinya, bensin, lemon, popok bayi sekali pakai/diapers, sabun mandi, tariff angkutan laut, sepatu pria, bawang putih, wortel, baju muslim wanita, ketimun, hand body lotion, ikan kembung/lema, sagu, baju kaos tanpa kerah/t-shirt anak, baju anak stelan, bayam dan sepatu anak,” rincinya. (MT-06)


Tinggalkan Balasan