AMBON, MalukuTerkini.com – Sebanyak 27 personel Polri dinyatakan memenuhi syarat tahapan Tes Psikologi dimaksud pada seleksi Pendidikan Perwira Alih Golongan (PAG) Tahun Anggaran 2026 di Panitia Daerah (Panda) Polda Maluku.

Sementara itu, 17 peserta lainnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dari total 44 personel yang mengikuti tahapan seleksi tersebut.

Tes psikologi dilaksanakan Selasa (13/10/2026), mulai pukul 08.30 WIT, di Laboratorium Komputer SMP Negeri 19 Ambon.

Pelaksanaan tes terhubung langsung dengan Biro Psikologi SSDM Polri di Mabes Polri sebagai bagian dari upaya memastikan proses seleksi berjalan sesuai mekanisme dan standar penilaian yang berlaku.

Dari total 44 peserta, sebanyak 42 merupakan polisi laki-laki (Polki) dan dua polisi wanita (Polwan). Tes mencakup tiga aspek utama, yakni kecerdasan, kepribadian, dan sikap kerja, untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan psikologis peserta dalam menjalankan tanggung jawab pada jenjang kepangkatan perwira.

Pelaksanaan tes dipimpin Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Dicky Irawan Kesuma bersama Kabid Hukum Polda Maluku, serta didampingi Kabag Dalpers, Kabag Psikologi, dan Kasubbag Psiper Biro SDM Polda Maluku.

Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Dicky Irawan Kesuma menegaskan seleksi PAG merupakan bagian dari pembinaan karier personel yang harus dilaksanakan secara profesional, objektif, dan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

“Tes psikologi menjadi salah satu instrumen penting untuk menilai aspek kecerdasan, kepribadian, dan sikap kerja peserta. Karena itu, setiap tahapan seleksi harus dilaksanakan secara profesional dan sesuai standar agar personel yang memenuhi persyaratan dapat melanjutkan proses seleksi berdasarkan hasil penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan,” tandas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000 ini.

Menurutnya, pengembangan karier melalui pendidikan dan seleksi harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi, integritas, kedisiplinan, serta kesiapan personel dalam menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.

“Dengan demikian, pembinaan sumber daya manusia Polri tidak hanya berorientasi pada jenjang karier, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaan tugas,” ungkap mantan Kapolres Gorontalo Utara ini. (MT-04)