AMBON, MalukuTerkini,com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menyasar pelajar dan mahasiswa di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara melalui kegiatan literasi keuangan dalam rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekolah Rakyat 74 Tual, MTs Negeri 1 Maluku Tenggara, dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Langgur.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak, sekaligus memperkenalkan produk dan layanan jasa keuangan formal.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady dalam keterangannya, Senin (19/10/2026) mengaku melalui rangkaian edukasi tersebut mendorong peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu mengenali manfaat layanan keuangan dan menggunakannya secara tepat.
Dalam pelaksanaannya, OJK Maluku berkolaborasi dengan sejumlah lembaga jasa keuangan untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan serta pengenalan berbagai produk dan layanan keuangan formal.
Literasi keuangan menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kebiasaan mengatur keuangan sejak dini. Dengan pemahaman yang memadai, pelajar dan mahasiswa diharapkan mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan diri menabung, serta merencanakan penggunaan uang secara bertanggung jawab.
Selain itu, generasi muda juga didorong agar lebih cermat dalam memilih produk dan layanan keuangan, termasuk memahami manfaat, ketentuan, dan risiko yang dapat muncul dari penggunaannya.
Edukasi tersebut penting di tengah semakin beragamnya layanan keuangan yang dapat diakses masyarakat. Pemahaman yang baik diharapkan membantu generasi muda menghindari keputusan keuangan yang tidak tepat dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko.
Rangkaian kegiatan literasi keuangan di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara merupakan bagian dari upaya OJK Maluku memperluas edukasi keuangan kepada berbagai kelompok masyarakat.
Melalui BIK 2026, OJK tidak hanya mendorong perluasan akses layanan keuangan formal, tetapi juga memperkuat pemahaman masyarakat agar mampu memanfaatkan layanan tersebut secara bijak dan bertanggung jawab.
Dengan edukasi yang berkelanjutan, pelajar dan mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecakapan mengelola keuangan, mampu merencanakan masa depan, dan mendukung terciptanya masyarakat yang mandiri secara ekonomi. (MT-04)
