Sekilas Info

Sambangi Korban Gempa di Tehoru, Gubernur Maluku Serahkan Sejumlah Bantuan

AMBON - Gubernur Maluku Murad Ismail bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad menyerahkan bantuan kepada pengungsi korban gempa bumi di wilayah Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Senin (21/6/2021).

Para pengungsi tersebut merupakan warga yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang, Pulau Seram, Rabu (16/6/2021).

Bantuan yang diserahkan yaitu 240 paket makanan siap saji berupa, ayam balado, gudeg, gulai ikan, rendang daging, ayam dan asam manis. Ada juga makanan anak sebanyak 5 karton (30 paket), beras 1 ton, mie instan 50 karton.

Selain itu, diserahkan juga perlengkapan evakuasi berupa tenda gulung merah 50 lembar, perlengkapan sandang berupa selimut merah 30 lembar dan masker 3.500  buah.

Disela-sela penyerahan bantuan itu, Gubernur langsung menanyakan kondisi para korban pengungsi.

Ia langsung menanyakan kondisi kesehatan pasca tinggal di tempat pengungsian hingga saat ini.

"Penyakit apa saja yang diderita sejak berada di pengungsian? Tolong disampaikan sehingga tim medis bisa secepatnya menangani," ujarnya. Ia juga melihat langsung para pengungsi.

Ditempat yang sama pula Ketua TP-PKK Maluku Widya Pratiwi Murad juga menyerahkan bantuan  25 karton susu ultra dan 25 karton biskuat.

Bantuan pertanian yang diserahkan pula kepada masyarakat kelompok tani berupa alat pemukul jagung dan 1,2 ton bibit jagung hibrida bagi kelompok tani yang diterima secara simbolis oleh Camat Tehoru, Abdul Latif Key yang saat ini menjabat sebagai Plt Kepala BPBD Malteng dan Sekretaris Camat Tehoru, Jamila Silawane.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Malteng Abdul Latif Key dalam laporannya dihadapan Gubernur mengatakan, empat desa yang terdampak yaitu Desa Haya, Tehoru, Saununu dan Yaputih.

“Dari empat desa ini yang paling terdampak ada dua desa yaitu Tehoru dan Saununu. Di Saununu terjadi patahan berulang kali bahkan ada masyarakat yang sudah pernah direlokasi kemudian terjadi patahan dan ada sekitar 60 rumah harus direlokasi,” katanya.

Ia mengaku, himnga saat ini sebagian besar warga masih mengungsi di hutan.

"Sampai saat ini =sebagian besar warga masih berada di hutan karena ada beberapa infrastruktur yang yang rusak dan mengakibatkan warga masih trauma enggan untuk turun namun walau begitu kami kerjasama dengan BPBD provinsi pemerintah provinsi paling lambat agar mereka turun. Sudah melakukan sosialisasi dan Alhamdulillah sudah turun namun sampai saat ini di Tehoru kami masih merasakan gempa walaupun memang berkurang," ungkapnya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!