Sekolah di Tanimbar Diliburkan Pasca Gempa M 7,9

AMBON, MalukuTerkini.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo M 7,9 (parameter update M 7,5) yang terjadi Selasa (10/1/2023) pukul 02.47 WIT menyebabkan sekolah-sekolah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku diliburkan.
Pantauan malukuterkini.com, Selasa (10/1/2023) di SMP Negeri 2 Saumlaki, terlihat beberapa siswa yang datang untuk mengikuti aktivitas belajar-mengajar seperti hari biasanya, usai libur Natal dan Tahun Baru. Begitu juga dengan beberapa guru yang terlihat masuk sekolah.
Namun pihak sekolah meminta para siswa pulang karena aktivitas belajar mengajar diliburkan sementara.
"Tadi sempat ada beberapa yang datang tetapi kami minta untuk pulang karena sementara tidak ada aktivitas belajar mengajar," kata Agustina Takandare, Guru Agama Katolik pada sekolah tersebut kepada malukuterkini.com.
Dikatakan, sekolah diliburkan hingga ada pengumuman lanjutan dari pihak sekolah.
“Jika sudah ada arahan dari kepala sekolah untuk aktivitas sekolah berjalan normal besok maka besok para siswa dan guru akan beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Eko Bambang Priyanto, yang dikonfirmasi malukuterkini.com membenarkan aktivitas sekolah sementara belum berjalan normal.
Kendati demikian, menrutunya, tidak ada instruksi tertulis terkait hal ini, namun pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan pihak sekolah.
Terkait adanya laporan kerusakan bangunan sekolah akibat gempa, Eko mengaku, sesuai laporan sementara ada empat bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.
"Kita sementara mendata, karena sebaran sekolah ada di desa-desa yang jauh dari pusat kota, sehingga belum semua yang terhimpun," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo M 7,9 yang terjadi di kawasan Laut Banda khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, Selasa (10/1/2023) pukul 02.47 WIT.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,5. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,37° LS ; 130,23° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 Km arah Barat Laut Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku pada kedalaman 130 km,” jelas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Selasa (10/1/2023).
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, menurut Daryono, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ungkapnya.
Ia merincikan gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Dobo, Tiakur IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi), daerah Sorong, Kaimana, Alor, Waingapu, Waijelu, Lembata dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Kairatu, Merauke, Nabire, Tanah Merah, Wamena, Bakunase, Kolhua, Sabu, Rote, Ende, Amarasi Selatan, Kota Kupang dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Ambon dan Piru II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini Berpotensi Tsunami, dengan tingkat ancaman Siaga di Maluku Tengah, Kepulauan Maluku Tenggara, Kabupaten Kepukauan Tanimbar dan Kota Ambon; sedangkan tingkat ancaman Waspada di Maluku Tenggara, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Buru, Wakatobi, Kendari Pulau Watulumango, Kepulauan Kendari, Konawe Bagian Selatan, Kota-Kendari dan Kendari,” rincinya.
Daryono menambahkan, hingga pukul 04.37 WIT, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M5,5 M4,8 dan M4,5. (MT-06)
Komentar