oleh

Hardiknas 2019, Pembangunan Karakter Harus Jadi Prioritas

-Pendidikan-177 views

AMBON – Kualitas manusia sebagai insan akademis berkaitan dengan pembangunan karakter, harus menjadi agenda prioritas bersama.

Hal itu diungkapkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Gubernur Maluku Murad Ismail saat upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 yang dipusatkan di Kampus Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, Kamis (2/5/2019).

Dikatakan, karakter manusia yang dibangun harus bercirikan dengan kemampuan menegakan kebenaran, kejujuran, keadilan, kebajikan, tanggung jawab dan cinta tanah air.

“Mewujudkan karakter SDM yang kuat disertai dengan mental anti-koruptif menjadi agenda sangat strategis untuk mewujudkan SDM berkualitas yang disertai oleh etos kerja cerdas, yang dibangun sejak mahasiswa dan dicontohkan oleh dosen dan pengelola perguruan tinggi,” katanya,

Menurutnya, untuk meningkatkan daya saing pendidikan tinggi, perguruan tinggi di Indonesia didorong untuk meningkatkan akreditasi institusi menjadi terakreditasi unggul (A), antara lain dengan meningkatkan jumlah dan mutu penelitian dan publikasi, kerjasama pengembangan penelitian di tingkat nasional dan internasional dan memperbanyak prestasi mahasiswa hingga tingkat internasional.

“Upaya itu dalam rangka memacu perguruan tinggi untuk masuk dalam jajaran universitas terbaik dunia. Program studi harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pasar dan didorong untuk terakreditasi unggul (A) dan selanjutnya didorong meraih akreditasi internasional,” ungkapnya.

Penerapan budaya mutu, jelas Menristek Dikti harus dilakukan secara berkelanjutan sejalan dengan kebutuhan peningkatan kompetensi SDM yang adaptif dengan perkembangan zaman.

“Daya saing para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa terus dikembangkan melalui peningkatan literasi pada data, literasi pada teknologi dan literasi pada manusia atau human. Urusan kemanusian menjadi sangat penting dalam menghadapi kompleksitas era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Kemajuan teknologi menandakan majunya pendidikan dan ilmu pengetahuan yang tetap harus memartabatkan manusia dan  mensejahterakan manusia dan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan interaksi dan kohesi sosial harus terjalin lebih baik antar mahasiswa juga dosen dari seluruh disiplin ilmu yang berbeda sehingga mampu meningkatkan keaktifan intelektual yang memicu berbagai ide kreatif, inovatif, kolaboratif dan berjati diri.

“Diharapkan semakin banyak hasil inovasi yang dilakukan dunia kampus yang diterima oleh industry,” ujarnya.

Saat upacara tersebut, Gubernur Maluku Murad Ismail juga menyerahkan satya lencana kepada sejumlah dosen Unpatti. (MT-03)

Komentar

News Feed