Sekilas Info

Umat Hindu di Ambon Gelar Persembahyangan Rayakan Hari Kuningan

HARI RAYA KUNINGAN DI AMBON - Umat Hindu melakukan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sura Yudha Mandala, Ambon, Maluku, Sabtu (3/8/2019).

AMBON -  Umat Hindu di Kota Ambon merayakan Hari Raya Kuningan dengan melakukan persembahyangan di Pura Sura Yudha Mandala, Ambon, Sabtu (3/8/2019).

Hari Raya Kuningan merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Galungan yang dalam ajaran Hindu jatuh pada 10 hari setelah Galungan, yaitu pada Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Kuningan.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Sukardi Riyanto, saat memberikan Dharma Wacana pada persembahyangan Hari Raya Kuningan mengatakan  merayakan Kuningan berarti seharusnya umat senantiasa mengetahui Dharma (kebenaran) dan berjanji untuk selalu mengutamakannya dalam kehidupan ini.

“Inilah sebabnya mengapa Kuningan dirayakan setelah perayaan Galungan (kemenagan Dharma melawan Adharma),” katanya.

HARI RAYA KUNINGAN DI AMBON - Umat Hindu menata sesajen saat persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sura Yudha Mandala, Ambon, Maluku, Sabtu (3/8/2019).

Menurutnya, perayaan Kuningan dilaksanakan oleh umat Hindu pada pagi hari, karena pada pagi hari merupakan waktu yang terbaik untuk menguatkan kebijaksanaan sebelum jam 12 siang.

“Pada saat pagi hari kita menghadirkan leluhur kita, kemudian siangnya kita perkenankan leluhur kembali lagi ke Swah Loka,” ujarnya.

Dijelaskan, Pelaksanaan Kuningan memiliki ciri khas tersendiri dalam sesaji atau simbol yang disertakan  yaitu  Tamyang Endongan dan Nasi Kuning.

“Tamyang merupakan simbol perlindungan yang artinya, dalam mengadapi masalah dan menjalani kehidupan ini kita gunakan kebenaran sebagai pelindung dari segala hal. Kemudian Endongan merupakan simbol bekal/perbekalan, artinya bekal dalam menjalani hidup bekal itu adalah kebenara (Dharma) sehingga dengan bekal Dharma manusia bisa mencapai tujuan hidup dengan baik. kemudian Nasi Kuning merupakan simbol kemakmuran dan kesejahteraan artinya dengan mengutamakan Dharma dan Dharma sebagai landasan kita menjalani kehiudpan ini maka kebahagiaan, kesejahteraan dan kemakmuranlah yang akan didapat,” jelasnya.

HARI RAYA KUNINGAN DI AMBON - Umat Hindu membawa sesajen saat persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sura Yudha Mandala, Ambon, Maluku, Sabtu (3/8/2019).

Ia mengatakan, dengan merayakan Hari Raya Kuningan, maka umat diajak untuk berjanji/berikrar guna selalu melaksanakan dharma dalam kehidupan ini.

“Hanya dharmalah yang memberikan kesejahteraan dan kemakmuran. Dharma ibarat matahari yang melenyapkan gelapnya dunia demikian orang yang melaksanakan dharma akan dapat memusnahkan segala dosa,” katanya.

HARI RAYA KUNINGAN DI AMBON - Umat Hindu melakukan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Sura Yudha Mandala, Ambon, Maluku, Sabtu (3/8/2019).

Persembanhyangan dipimpin oleh Pinandita Ida Wayan Keniten. Hadir juga Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Maluku I Nyoman Sukadana. (MT-03)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!