oleh

Pandora, Si Mungil dari Darwin

-Olahraga-92 views

Diantara 10 perahu layar peserta Spice Islands Darwin Ambon Yacht Race (SIDAYR) 2019, ternyata Pandora merupakan perahu layar yang paling kecil.  Kendati kecil namun kegesitan Pandora di tengah laut patut diperhitungkan.

Perahu layar berukuran panjang 9 meter dan berasal dari Darwin-Australia Utara ini diawaki langsung oleh sang pemilik Rick Setter.

Rick selain pernah menjadi senator di negaranya, ia juga sempat menjadi Chairman Darwin-Ambon Sister City Committtee.

Rick merupakan salah satu di antara sejumlah pelayar yang mengikuti lomba layar itu saat perhelatan kedua pada tahun 1977. “Saya sudah mengikuti lomba layar ini sejak penyelenggaraannya yang kedua pada tahun 1977 dan bahkan pada tahun 1982, saya menjadi juara bersama perahu layar Whimbrall,” jelas Rick saat pengumuman pemenang SIDAYR 2019 di Hotel Tirta Kencana, Negeri Amahusu, Ambon, Maluku, Sabtu (10/8/2019).

Pada tahun 2009, Pandora berhasil meraih juara ketiga kategori Cruising Monohull dengan waktu tempuh 120 jam. Di tahun 2010, Pandora menurun satu peringkat. Kendati waktu tempuh yang dicapai 4 jam lebih cepat dari tahun sebelumnya, namun Pandora harus berada di peringkat keempat Cruising Monohull. Walaupun menempati peringkat keempat, namun kegisitan crew maupun perahu layar Pandora patut diperhitungkan kerena merupakan perahu layar pertama yang berhasil melewati garis start sehingga Pandora berhak atas 1st Over the Start Line Award.

Kapal Layar Pandora

Begitu juga di tahun 2011, Pandora kembali berada di peringkat keempat dari lima perahu layar kategori Cruising Monohull.  Di tahun 2012, Pandora meraih juara pertama kategori Cruising Monohull dengan catatan waktu 127 jam. Selain itu juga meraih Commodore Trophy. Sejak tahun 2013 – 2019, kendati rutin mengikuti race ini namun Pandora tak lagi masuk dalam deretan para juara.

Ukuran perahu layar yang sangat kecil tersebut, tentunya membutuhkan keuletan crew yang mengawakinya. Namun Rick mengaku ia bersama crew-nya akan selalu mengikuti SIDAYR karena di race ini, mereka memperoleh banyak pengalaman menarik dan berkesan serta tidak terlupakan.

“Kami tidak akan melupakan Ambon. Banyak kesan dan pengalaman menarik yang kami dapatkan dari lomba layar Darwin-Ambon. Ini semua akan terus kami kenang dan kami akan kembali lagi ke Ambon tahun depan,” ujarnya.

Ia mengaku, sejak digelar tahun 1976 lomba layar ini berdampak besar mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan antara warga Ambon dengan Darwin, dan masyarakat negara Kanguru itu sangat menyukai tradisi budaya dan permainan tradisional masyarakat Ambon.

Rick juga merasa yakin lomba layar itu akan semakin berkualitas dan jumlah peserta terus meningkat di tahun-tahun mendatang. (MT-01)

Komentar

News Feed