oleh

Keluarga Veteran Australia Peringati 74 Tahun Pembebasan di Ambon

AMBON – Sebanyak 25 orang anggota keluarga veteran tentara Gull Force asal Australia yang gugur pada Perang Dunia II, menggelar upacara peringatan 74 tahun pembebasan anggota keluarga mereka yang menjadi tahanan tentara Jepang tahun 1945 lalu, di Ambon, Selasa (10/9/2019).

Upacara yang dilaksanakan di Taman Makam Persemakmuran, di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu, dipimpin Presiden organisasi Gull Force, Des Brien.

Suasana haru mengiringi upacara yang berlangsung singkat sekitar 45 menit itu, lagu kebangsaan Australia “Advance Australian Fair” dinyanyikan, serta peletakkan karangan bunga.

Suasana haru juga terlihat saat masing-masing keluarga melihat dan menyaksikan nisan keluarganya yang gugur saat Perang Dunia II itu.

PERINGATAN PEMBEBASAN TENTARA AUSTRALIA – Sejumlah anggota keluarga veteran tentara persemakmuran (Gull Force) asal Australia yang gugur pada Perang Dunia II menggelar upacara peringatan 74 tahun pembebasan keluarga mereka dari tahanan Jepang tahun 1945 di Taman Makam Persemakmuran di kawasan Tantui, Kota Ambon, Maluku, Selasa (10/9/2019). Di Taman Makam Persemakmuran tersebut terdapat makam 289 tentara dan 171 penerbang Australia yang gugur di Maluku dan sekitarnya saat Perang Dunia II tahun 1941-1945, sementara 200 tentara Australia lainnya yang ditawan berhasil dibebaskan pada 10 September 1945.

Des O’Brien mengatakan peringatan pembebasan tentara Australia itu dilakukan setiap 10 September bertepatan dengan tanggal pembebasan mereka tahun 1945. “Perayaan ini untuk mengenang akan penderitaan dan perjuangan orang tua, kakek dan ayah kami yang gugur di Ambon semasa jaman Perang Dunia II,” katanya.

Kehadiran mereka pun sekaligus untuk mengenang kebaikkan dan pertolongan warga di Ambon terhadap keluarga mereka saat menjadi tahanan tentara Jepang. “Warga Ambon sering memberikan bantuan makanan, air minum maupun obat-obatan bagi tentara Australia yang ditahan Jepang saat itu. Bahkan ada yang melarikan diri juga ditolong warga Ambon,” katanya.

Des O’Brien juga mengaku Pemerintah dan masyarakat Ambon memiliki hubungan baik dengan organisasi para veteran perang Gull Force maupun dengan pemerintah Australia karena berjasa selama masa perang. “Ini kenangan yang tidak bisa dilupakan dan kami akan datang setiap tahun ke Ambon untuk merayakan gugurnya keluarga kami disini serta kebaikan dan keramahan orang-orang Ambon. Ini ikatan yang tidak mudah dipisahkan,” katanya.

PERINGATAN PEMBEBASAN TENTARA AUSTRALIA – Sejumlah anggota keluarga veteran tentara persemakmuran (Gull Force) asal Australia yang gugur pada Perang Dunia II meletakan bunga saat upacara peringatan 74 tahun pembebasan keluarga mereka dari tahanan Jepang tahun 1945 di Taman Makam Persemakmuran di kawasan Tantui, Kota Ambon, Maluku, Selasa (10/9/2019). Di Taman Makam Persemakmuran tersebut terdapat makam 289 tentara dan 171 penerbang Australia yang gugur di Maluku dan sekitarnya saat Perang Dunia II tahun 1941-1945, sementara 200 tentara Australia lainnya yang ditawan berhasil dibebaskan pada 10 September 1945.

Tercatat sebanyak 694 orang tentara Australia dari total 1.131 orang tentara yang berasal dari Batalyon 2/21 Australia Gull Force gugur saat berperang melawan tentara Jepang di Ambon pada tahun 1941.

Para tentara yang meninggal dimakamkan di Taman Persemakmuran Tantui, sedangkan yang bisa selamat dan kembali ke negaranya sebanyak 232 orang.

Lokasi Taman Makam Persemakmuran “War Cemetery” di kawasan Tantui saat Perang Dunia II, merupakan lokasi kamp tahanan tentara negara-negara persemakmuran oleh tentara Jepang.

Lokasi makam Persemakmuran juga merupakan kamp militer tentara Australia saat 1.131 personil Gull Force mendarat di Ambon pada bulan Desember 1941.


PERINGATAN PEMBEBASAN TENTARA AUSTRALIA – Sejumlah anggota keluarga veteran tentara persemakmuran (Gull Force) asal Australia yang gugur pada Perang Dunia II berziarah ke makam keluarganya disela-sela peringatan 74 tahun pembebasan keluarga mereka dari tahanan Jepang tahun 1945 di Taman Makam Persemakmuran di kawasan Tantui, Kota Ambon, Maluku, Selasa (10/9/2019). Di Taman Makam Persemakmuran tersebut terdapat makam 289 tentara dan 171 penerbang Australia yang gugur di Maluku dan sekitarnya saat Perang Dunia II tahun 1941-1945, sementara 200 tentara Australia lainnya yang ditawan berhasil dibebaskan pada 10 September 1945.

Ketika Jepang mendarat tahun 1942, pasukan Gull Force terpukul mundur karena kekuatan yang tidak seimbang. Gull Force hanya satu batalion sedangkan pasukan Jepang yang datang 30 batalion.

Pasukan Gull Force memilih mundur dan membangun kubu pertahanan di Dusun Erie, Kecamatan Nusaniwe, Ambon. Mereka mengira pasukan Jepang akan masuk dari arah Tanjung Allang, sehingga mempersiapkan penggempuran tentara Jepang dari laut. Tetapi perkiraan tentara Australia ini meleset.

Tentara Jepang tidak masuk melalui Tanjung Allang tetapi dari arah jasirah Leitimur Pulau Ambon. Jepang melabuhkan kapal-kapal perang mereka di pantai Hutumuri dan Hukurila, kemudian masuk ke kota melalui desa-desa di pegunungan.

Gull Force akhirnya menyerah tetapi terlebih dulu menyembunyikan separuh persenjataan mereka di kawasan Gunung Nona yang menjadi kubu pertahanan terakhir. Mereka ditawan oleh Jepang di bekas barak mereka di Tantui. Banyak tentara Australia yang meninggal ditawan Jepang, karena kelaparan dan dieksekusi mati.

PERINGATAN PEMBEBASAN TENTARA AUSTRALIA – Sejumlah anggota keluarga veteran tentara persemakmuran (Gull Force) asal Australia yang gugur pada Perang Dunia II berziarah ke makam keluarganya disela-sela peringatan 74 tahun pembebasan keluarga mereka dari tahanan Jepang tahun 1945 di Taman Makam Persemakmuran di kawasan Tantui, Kota Ambon, Maluku, Selasa (10/9/2019). Di Taman Makam Persemakmuran tersebut terdapat makam 289 tentara dan 171 penerbang Australia yang gugur di Maluku dan sekitarnya saat Perang Dunia II tahun 1941-1945, sementara 200 tentara Australia lainnya yang ditawan berhasil dibebaskan pada 10 September 1945.

Saat ditawan tentara-tentara Australia ini sering diberikan makanan secara diam-diam oleh penduduk sekitar kamp tahanan. Banyak juga tentara Australia yang melarikan diri dari kamp tahanan.

Saat Perang Dunia II berakhir, pasukan Gull Force yang tersisa di kamp hanya 200 orang. Pemerintah Australia mengirimkan kapal perang untuk membawa sisa pasukan mereka pulang ke negara Kangguru itu. Sedikitnya 694 Tentara Gull Force yang meninggal di Ambon dimakamkan di taman makam ini. (MT-01)

Komentar

News Feed