Sekilas Info

Gubernur Maluku Canangkan Gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’

GERAKAN BEBAS SAMPAH PLASTIK - Gubernur Maluku, Murad Ismail bersama para pejabat dan siswa SD usai mencanangkan Gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’ di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP), Kota Ambon, Jumat (20/9/2019). Pencanangan tersebut juga dihadiri oleh Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa dan Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury.

AMBON - Gubernur Maluku, Murad Ismail mencanangkan Gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’.

Program ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dari ancaman sampah plastik yang sudah menjadi isu global.

GERAKAN BEBAS SAMPAH PLASTIK - Gubernur Maluku, Murad Ismail saat mencanangkan Gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’ di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP), Kota Ambon, Jumat (20/9/2019).

Kata Tabaos diambil dari bahasa lokal Ambon, yang berarti berteriak/memberitahukan.

Pencanangan gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’ berlangsung di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP), Kota Ambon, Jumat (20/9/2019).

Pencanangan tersebut juga dihadiri oleh Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Sekda Kota Ambon AG Latuheru, para pimpinan OPD di jajaran Pemprov Maluku, LSM dan Pemerhati Lingkungan.

GERAKAN BEBAS SAMPAH PLASTIK - Gubernur Maluku, Murad Ismail bersama para pejabat dan perwakilan peserta usai mencanangkan Gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’ di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP), Kota Ambon, Jumat (20/9/2019). Pencanangan tersebut juga dihadiri oleh Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq, Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa dan Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury.

Dalam arahannya Gubernur Murad Ismail  mengatakan, sampah plastik saat ini telah menjadi masalah global. Bahkan, dari data yang diperoleh Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik terbesar nomor 2  di dunia setelah China.

Hal tersebut, kata gubernur, tentunya sangat memprihatinkan, karena Indonesia merupakan negara kepulauan dan salah satu unggulan adalah pariwisata, terutama wisata bahari.

“Bila kita tidak peduli, maka secara ekonomi maupun ekologi, sampah akan merusak ekosistem kita, sehingga lingkungan rusak dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

GERAKAN BEBAS SAMPAH PLASTIK - Gubernur Maluku Murad Ismail bersama Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq dan Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury meninjau perairan Teluk Ambon usai mencanangkan Gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’ di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP), Kota Ambon, Jumat (20/9/2019).

Dijelaskan, sesuai data yang dihimpun, timbunan sampah per hari di Provinsi Maluku yang meliputi 11 kabupaten/kota, berpotensi menghasilkan sampah sebanyak 81,98 ton per hari.

“Data diatas menggambarkan kepada kita bahwa sudah waktunya ada langkah strategis untuk penanganan sampah secara terpadu, terintegrasi dan kolaboratif terutama penanganan sampah plastik,” jelasnya.

GERAKAN BEBAS SAMPAH PLASTIK - Gubernur Maluku Murad Ismail bersama Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq dan Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury meninjau perairan Teluk Ambon usai mencanangkan Gerakan ‘Tabaos Maluku Bebas Sampah Plastik’ di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP), Kota Ambon, Jumat (20/9/2019).

Gubernur juga berharap dengan Maluku bebas dari sampah, tentunya akan memberikan kenyamanan dalam rangka meningkatkan Maluku sebagai destinasi wisata. (MT-03)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!