oleh

Buka Sidang MPL, Wagub Akui GPM Jadi Mitra Aktif Pemerintah

-Keagamaan-219 views

AMBON – Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno hadir dan membuka Persidangan ke-41 Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) yang berlangsung di Jemaat Haruku-Sameth Klasis Lease Kecamatan Haruku Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (20/10/2019).

Persidangan semula rencananya berlangsung di Gedung Gereja Ebenhaezer namun karena gedung gereja itu terkena dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 Kamis (26/9/2019) lalu, akhirnya dilaksanakan di ruang gereja darurat “Rumah Pilihan Tuhan”.

Turut hadir Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury, Wakil Bupati Malteng Marlatu Leleury, Ketua MPH Sinode GPM Pendeta AJS Werinussa, Plt Sekda Maluku Kasrul Selang serta sejumlah pimpinan OPD Provinsi Maluku serta Kabupaten Malteng. Hadir pula Rektor Universitas Pattimura MJ Saptenno dan Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku Jafet Damamain.

Saat menyampaikan sambutannya, Wagub Maluku Barnabas Orno mengungkapkan, dalam tanggungjawab bersama membangun masyarakat, pemda memandang kontribusi dan campur tangan dari lembaga-lembaga  keagamaan termasuk GPM sangat strategis.

“GPM dalam perjalanannya telah menyatakan diri sebagai mitra aktif pemerintah. Sejarah mencatat, pemerintah merasa sangat terbantu dengan eksistensi GPM sebagai organisasi gereja terbesar di Maluku dan Maluku Utara dan GPM telah menunjukan itu,” ungkapnya.

Dikatakan GPM telah menunjukan eksistensi pertumbuhannya sebagai persekutuan orang percaya yang terus bertumbuh dan berkembang hingga saat ini.

“Sebagai orang yang hidup, dibesarkan dan  dibina dalam sistem dan kultur GPM, saya cukup mengetahui dan mengenal kehidupan bergereja,” katanya.

Wagub mengakui  tata kerja GPM sangat bersendikan nilai-nilai berdemokrasi dalam kolektifitas pengambilan keputusan yang berdampak bagi warga gereja. Persidangan MPL Sinode GPM merupakan proses evaluasi program yang telah diputuskan tahun berjalan dan merumuskan peran strategis tahun yang baru.

“Tanggung jawab organisatoris ini memamg telah berjalan lama dan menjadi media produktif dan akomodatif dalam memastikan arah pelayanan GPM,” ujar Wagub.

Sementara itu, Wakil Bupati Malteng Marlatu Leleury menyampaikan sambutan selamat datang memberikan aresiasi terkait pelaksanaan Persidangan ke-41 MPL Sidone GPM.

“Semoga lewat musyawarah ini jadi momentum sarana membangun silahturahmi untuk selalu bersyukur dan berkarya menabur benih-benih injil. Hasil dari perisdangan ini diharapkan GPM mampu berkontribusi positif dan konkrit bahkan terdepan dalam menjawab berbagai tantangan serta selalu bekerja sama melalui hidup berdampingan, saling menghormati dalam harmoni kebhinekaan,” harap Leleury.

Di tempat yang sama, Ketua MPH Sinode Pendeta AJS Werinussa dalam pidatonya mengatakan Persidangan ke-41 MPL Sinode GPM ini dilaksanakan  sangat istimewa karena bersidang dalam suasana darurat, jauh dari angan-angan karena bencana yang melanda.

” Persidangan ini sebenarnya bisa ditunda namun kerinduan masyarakat  Haruku – Sameth agar persidangan ini tetap terselenggara sesuai jadwal.  Jika ditundapun, diinginkan  hanya satu minggu. Tekad itu tentang spirit dalam kondisi keterpurukan bahwa mereka ingin bangkit dan teruskan perjuangan hidup,” ujarnya.

Menurutnya,  tekad  seperti ini merupakan model spirit baru dan harus didukung sepenuhnya oleh GPM. Selain itu, Werinussa juga mengaku pesan persidangan MPL kali ini adalah bencana alam jangan ditakuti namun harus tawakal kepada kehendak-NYA.

“Kerusakan fisik akibat gempa yang dialami masyarakat Haruku – Sameth, tapi tidak ada korban jiwa bahkan bayi masih tetap diberikan kehidupan. Ini merupakan kekayaan iman yang baru yaitu di antara ketakutan dan keragu-raguan karena Tuhan tidak berjanji hentikan gempa bumi tapi Tuhan tetap melingdungi umat-Nya,” jelas Werinussa.

Sebelum pembukaan persidangan, dilakukan ibadah minggu yang dipimpin Pendeta Jacky Manuputty. Memulai khotbahnya, Manuputty menegaskan beribadah di tempat seperti ini merupakan simbol persekutuan yang luar biasa dan inilah hakikinya bergereja.

“Ini memberikan pesan kepada alam semesta bahwa alam dan kekuatannya tidak pernah akan  mereduksi iman spririt percaya kita sekalipun bumi bergoncang kita tetap teguh dalam pengharapan dan spirit kita diangkat melewati,” tandasnya. (MT-03)

Komentar

News Feed