oleh

Pasca Gempa, BMKG Maluku Bangkitkan Keceriaan Anak-anak di Pengungsian

-Bencana-607 views

AMBON – Selain memberikan bantuan kepada pengungsi terdampak bencana gempa bumi yang mengguncang  Pulau Ambon dan sekitarnya, Kamis (26/9/2019) lalu, BMKG Maluku juga melakukan pemulihan trauma bagi anak-anak pengungsi.

Pemulihan trauma tersebut dilakukan BMKG Maluku bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) BMKG Maluku dan Mahasiswa KKN Unpatti yang ditempatkan di Stasiun Geofisika Ambon kepada anak-anak pengungsi yang mendiami tenda-tenda pengungsian di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (24/10/2019).

PEMULIHAN TRAUMA – Kegiatan pemulihan trauma tersebut dilakukan BMKG Maluku bersama DWP BMKG Maluku dan Mahasiswa KKN Unpatti yang ditempatkan di Stasiun Geofisika Ambon kepada anak-anak pengungsi yang mendiami tenda-tenda pengungsian di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (24/10/2019).

Puluhan anak-anak terlihat sangat gembira saat diajak bermain dan bernyanyi bersama anggota DWP BMKG Maluku dan juga Mahasiswa KKN Unpatti. Anak-anak itu pun melupakan ketakutan, trauma dan kejenuhan di pengungsian.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Ambon, Andi Azhar Rusdin mengatakan BMKG melaksanakan kegiatan pemulihan trauma khusus bagi anak-anak pengungsi sebagai salah satu cara meringankan beban psikis dari korban bencana alam. “Kami berharap anak-anak bisa bisa lebih semangat dan ceria,” katanya.

SOSIALISASI – Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Ambon Andi Azhar Rusdin (kanan) melakukan sosialisasi terkait mitigasi gempa bumi kepada para pengungsidi Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (24/10/2019).

Selain penyerahan bantuan dan pemulihan trauma, juga dilakukan sosialisasi diberikan kepada para pengungsi terkait mitigasi bencana gempa bumi.

Andi Azhar Rusdin di depan para pengungsi mengimbau agar masyarakat tidak mudah mempercayai isu tidak benar (hoax) yang beredar tanpa memastikan kebenarannya, terutama isu tersebut mengenai gempa bumi.

“Peristiwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun: kapan, di mana, dan berapa kekuatannya,” katanya.

Untuk itu masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak mudah percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.  (MT-02)

Komentar

News Feed