oleh

Polisi Tangguhkan Penahanan Penyebar Hoax Gempa Ambon

AMBON – Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku menangguhkan Vicardy Kempa alias Hardy tersangka kasus penyebaran hoax tentang gempa bumi dan tsunami di Kota Ambon melalui media sosial (medsos).

Tersangka dinilai kooperatif, tidak menghambat proses hukum dan tidak menghilangkan barang bukti. Itulah alasannya Kempa ditangguhkan.

Kendati demikian, perkara ini tetap dilanjutkan dan akan dituntaskan. Penyidik masih menyiapkan berkasnya untuk segera dilimpahkan dan akan dituntaskan.

Tersangka sendiri diwajibkan untuk melapor satu minggu satu kali di penyidik Ditreskrimsus.

“Untuk tersangka kasus penyebaran hoax tentang gempa bumi dan tsunami di Kota Ambon melalui medsos atas nama Vicardy Kempa alias Hardy sudah ditangguhkan penahanannya namun perkaranya tetap jalan dan sedang diproses untuk segera dituntaskan,” tandas Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

Ohoirat menjelaskan, kasus ini segera dituntaskan dan tidak lama lagi akan dilimpahkan.

Sebagaimana diketahui, Kempa ditangkap Sabtu (19/11/2019) terkait penyebaran berita hoax tentang gempa bumi dan tsunami di Kota Ambon melalui medsos.  (MT-04)

Komentar

News Feed