Sekilas Info

Yance Matmey, Pelatih yang Sukses Raih ‘Treble Winner’ di Liga Timor Leste

Pelatih Lalenok United, Yance Matmey (kiri)

AMBON - Pesona Liga Timor Leste sendiri belakangan mulai menarik hati para pelaku sepak bola Indonesia, beberapa pemain serta pelatih berbondong-bondong hijrah ke Primeira Divisaun atau kasta teratas Liga Timor Leste.

Sebuah fakta menarik terkuak setelah berakhirnya kompetisi Primeira Divisaun musim lalu, di mana sang juara bertahan Lalenok United ternyata dilatih oleh warga negara Indonesia, Yance Matmey.

Kepastian Yance Matmey merupakan warga Indonesia disampaikan sendiri oleh salah satu pemain Lalenok United, Iner Sontany Putra.

Menurut gelandang kelahiran Jakarta tersebut, pelatihnya saat ini (Yance Matmey) merupakan orang asli Indonesia yang berasal dari Ambon.

"Ya, benar mas dari Indonesia. Coach Yance Matmey namanya. Beliau asli Ambon, tapi lama di Jogjakarta," ujar Iner sebagaimana seperti dilansir indosport.com, Senin (6/1/2020).

Pelatih bernama lengkap Yance Efraim Matmey tersebut, bisa dibilang tokoh penting dan sentral di balik gemilangnya prestasi Lalenok United menjuarai kompetisi Liga Timor Leste musim lalu.

Tidak cuma menjuarai liga, Yance Matmey mampu menyerupai capaian pelatih top asal Portugal Jose Mourinho dengan menghantarkan Lalenok United merebut treble winner.

Selain Primeira Divisaun, Yance Matmey juga menghadirkan gelar Piala Liga serta Piala Super Timor Leste musim 2019 untuk Lalenok United.

Bagi para pecinta sepak bola nasional era milenial, mungkin nama Yance Metmey kurang begitu populer bahkan tidak terlalu terkenal. Namun ternyata, Yance Matmey pernah malang melintang di persepakbolaan Indonesia dan melatih sejumlah tim besar.

Yance Matmey mengawali karier sepak bola profesionalnya dengan memperkuat sejumlah klub lokal seperti Arema Malang, Persedikab Kediri, Petrokimia Putra Gresik hingga Persegres Gresik pernah dibela periode 1990 an.

Tidak banyak info tentang Yance Matmey semasa aktif bermain, namun bintang asal Ambon tersebut pernah mencetak satu gol dalam gelaran Liga Galatama 1992, tepatnya saat memperkuat Perkesa Mataram.

Dalam pertandingan putaran pertama Grup III pada 20/6/1992 silam, Yance Matmey mencetak gol penyama kedudukan sekaligus menghindarkan Perkesa Mataram dari kekalahan atas Arseto (skor akhir 1-1).

Usai gantung sepatu, Yance Matmey memulai kiprah kepelatihan dengan membesut PS Putra Nusantara, salah satu klub Internal dari PSIM Jogja tahun 1995 hingga 1996.

Sempat lama vakum, Yance Metmey kembali aktif di dunia kepelatihan dan tampil di beberapa liga domestik Jogjakarta seperti Liga Bogasari DIY tahun 2002, Liga Remaja Tulungagung tahun 2004-2005, serta menukangi tim lokal Perseta Tulungagung pada musim 2004 hingga 2005.

Kariernya sempat melambung, dan membuat sejumlah klub Divisi Utama (Liga 2) saat itu kepincut mencicipi servisnya. PSS Sleman jadi klub yang mendapatkan tanda tangannya, namun kiprahnya bersama Elang Jawa tidak berjalan mulus.

Yance Metmey secara mengejutkan diberhentikan oleh manajemen PSS Sleman, dan posisinya digantikan Singh Bettay yang saat itu merupakan asisten Yance Metmey.

Sempat kembali vakum, Yance Metmey coba merintis kembali karier kepelatihannya dan melamar ke sejumlah klub seperti Persis Solo tahun 2013 lalu.

Perjuangan Yance Metmey pun akhirnya terbayarkan, pada tahun 2016 salah seorang petinggi klub Lalenok United yang saat itu menghadiri pesta pernikahan saudara Yance Metmey menawarkan jabatan pelatih kepada dirinya.

"Ada teman yang ngajakin coach (Yance Matmey) ke Timor Leste. Kebetulan presiden klubnya saat itu datang ke acara pernikahan teman Coach Yance, dan dia dikenalin ke Lalenok United," ungkap Iner.

"Klub Lalenok kan berdirinya 2016. Saat itu, pelatihnya masih lokal dari Timor Leste. Beliau baru datang ke sana pada musim 2017. Saat itu, Lalenok masih main di divisi tiga Liga Timor Leste," tambahnya

Meski tampil di level terbawah, namun kerja keras Yance Matmey berbuah manis. Lalenok United yang dilatih berhasil meraih tiket promosi tiga kali beruntun, dan tahun 2018 mereka sukses naik ke kasta teratas Liga Timor Leste.

"Juara 2017 itu Liga 3 dan naik ke liga 2. Kemudian, di Liga 2 tahun 2018 posisi 2, dan naik ke Liga 1 2019. Akhir musim 2019 kemarin mereka (Lalenok) berhasil juara," tutup jebolan Timnas U-17 tersebut.

Berstatus tim promosi, klub besutan Yance Matmey ini berhasil meraih sembilan kemenangan, tiga hasil seri, dan cuma menelan dua kekalahan sepanjang musim. Hasil tersebut membuat Lalenok United sukses memuncaki klasemen hingga akhir musim dengan raihan 30 angka, selisih lima poin dari Boavista yang berada di urutan kedua. (MT-06)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!