oleh

Ditawarkan Menhub, Dubai Port Tertarik Kelola Pelabuhan Ambon

-Ekonomi-276 views

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku telah menyodorkan pengelolaan Pelabuhan Ambon kepada Dubai Port melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Menurut Menhub, tujuan dari penawaran tersebut ialah untuk memperkuat peran pelabuhan-pelabuhan dalam negeri itu sendiri. Sekaligus mengurangi beban APBN dengan adanya transfer dana dan pengetahuan dari swasta yang berpengalaman.

“Saya tadi ketemu Dubai Port, saya tawarkan beberapa tempat, satu saya tawarkan di Ambon. Kami (juga) lagi studi dengan Bank Dunia, (mengenai) pelabuhan untuk khusus konsolidasi ikan di sana,” jelas Menhub di Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Selain menawarkan proyek pelabuhan internasional tersebut, Menhub juga memberikan informasi pengembangan pelabuhan di Sumatera Selatan di wilayah Tanjung Carap. Pelabuhan lain yang ditawarkannya yakni Pelabuhan Kendal yang saat ini tengah penjajakan dengan Singapura, hal ini agar kedua investor asal luar negeri tersebut dapat membentuk perusahaan patungan.

“Saya juga berikan informasi akan pembangunan pelabuhan di Sumsel di Tanjung Carap. Lalu, Pelabuhan Kendal yang sekarang juga sedang dijajaki oleh Singapura. Bisa saja mereka joint company (Singapura dan Ambon),” paparnya.

Akan tetapi, dari seluruh pelabuhan yang ditawarkan Budi ke Dubai Port, Ambon menjadi yang paling dilirik oleh perusahaan asal Dubai, Uni Emirates Arab tersebut.

“Namun, Dubai paling tertarik dengan yang Ambon,” katanya.

Sebelumnya, Indonesia bersama Dubai Port sudah menjalin kerja sama serupa di Kawasan Industri Gresik, Jawa Timur. Kerja sama itu dijalin Dubai Port bersama Maspion Group untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai terminal peti kemas nasional.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Pelabuhan Indonesia Maspion dan DP World Asia di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019) silam. (MT-06)

Komentar

News Feed