Sekilas Info

Dirjenpas Kemenkumham: Wujudkan Indikator Resolusi Pemasyarakatan 2020

VIDEOCONFERENCE - Kalapas Ambon, Saiful Sahri mengikuti videoconference dengan Ditjenpas Kemenkumham di Ambon, Kamis (27/2/2020).

AMBON - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Sri Puguh Utami menginstruksikan seluruh jajaran Kemenkumham untuk mewujudkan  indikator resolusi pemasyarakatan 2020.

Indikator sekitar 15 item adalah dalam rangka mewujudkan Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Hal ini disampaikan oleh Utami yang saat ini telah ditunjuk menjabat sebagai Kalitbang Hukum dan HAM, saat videoconference antara Ditjenpas bersama jajaran Rutan/Lapas Se-Indonesia dan silaturahmi pers yang dilakukan, Kamis (27/2/2020).

Khusus untuk Lapas Kelas IIA Ambon digelar di ruang rapat Kalapas Ambon, Saiful Sahri sejak siang hingga selesai dihadiri Kalapas, pejabat Lapas Ambon dan media mitra Lapas Ambon.

Dari antara 15 itu, delapan indikator penting  adalah, Pertama, Mendorong 681 satker pemasyarakatan mendapatkan predikat WBK dan WBBM, Kedua, Pemberian hak remisi  kepada 288.530 narapidana. Ketiga, mewujudkan penyelesaian overcrowding. Keempat, pemberian program integrasi berupa Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB) dan asimilasi. Kelima, pemberian rehabilitasi sosial bagi 120 WBP narkotika. Keenam, pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Ketujuh, Mewujudkan ketahanan Pangan melalui penenaman tanaman pangan seluas 100 ha. Dan kedelapan, meningkatkan PNBP sebesar Rp 7 milyar.

Terkait instruksi ini, Kalapas Ambon Saiful Sahri kepada maluku terkini.com di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan Lapas Ambon sudah siap dan sudah melakukan resolusi pemasyarakatan tersebut.

“Ada sekitar 15 indikator yang telah ditetapkan. Lapas Ambon mengambil delapan diantaranya. Alhamdulillah tim lapas Ambon sudah meng-upload enam lembaran kerja areal perubahan, ada tata laksana, ada manajemen keuangan. Lapas Ambon sudah 100 persen diverifikasi oleh tim operator di dirjen pas dan dari enam area kita sudah dua aream 100  persen dan lainnya sudah sementara proses. Alhamdulilah kemarin staf Balitbang HAM survei pelanggan di Lapas Ambon dan kami mendapat predikat A" jelasnya.

Sementara itu poin mewujudkan ketahanan pangan maka Lapas Ambon sudah mempersiapkan budidaya jagung manis di areal 100 meter persegi.

"Ini dulu tidak ada. Sekarang baru kita mulai dalam rangka resolusi ini maka semua lahan yang tidur akan kita garap. Termasuk meningkatkan PNBP kita sudah menyetor Rp 500 ribu untuk PNBP bulan Februari. Kenapa baru itu karena lahan diolah baru itu. Masih ada areal kosong dalam kurun waktu saya bekerja dua bulan ini jajaran kita sudah lakukan semua terutama sayur," ungkapnya.

Sahri menambahkan, ada juga pertukangan, pengalasan, pangkas rambut, optimalisasi budidaya ikan.

“Semua kita berdayakan agar kita bisa setor kepada negara dan napi bisa buat tabungan, swerta ada kerajinan merangkai bunga dan lain. Ini semua sudah kami lakukan semua dan sudah kita laporkan," jelasnya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!