Sekilas Info

Empat Personel Brimob Polda Maluku Dipecat

PEMECATAN - Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, Kombes Pol M Guntur, Satuan Brimob Polda Maluku menuliskan keterangan PTDH di foto personel yang di-PTDH, saat di lapangan Makosat Brimob, Ambon, Senin (4/5/2020). Foto personel yang di-PTDH dibawa oleh personel Provost Brimob.

AMBON - Empat anggota Brimob Polda Maluku dipecat dari kedinasan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) lantaran melakukan tindak pidana dan pelanggaran yang tidak bisa ditolelir.

Upacara PTDH dipimpin oleh Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, Kombes Pol M Guntur di lapangan Makosat Brimob, Ambon, Senin (4/5/2020)

Proses PTDH berdasarkan keputusan Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar  Nomor Kep/80/IV/2020 tanggal 17 April 2020.

Kepada malukuterkini.com, Komandan Satuan Brimob Polda Maluku, Kombes Pol M Guntur menjelaskan empat personel yang di-PTDH tersebut dua diantaranya melakukan kasus disersi dan dua lainnya kasus asusila.

"Ada personel yang tadi kita upacarakan PTDH yaitu Brigadir FT yang disersi sejak 22 Oktober 2018 sampai saat ini. Proses sudah panjang dan  pernah banding juga. Selain itu ada Bripda Z sejak 1 Juni 2018 yang juga disersi. Untuk dua orang kasus asusila yaitu Bripda OS, kasusnya sejak Mei 2018 itu kejadiannya dan Bripda SA itu Oktober 2018. Jadi kasus disersi dua personel dan kasus asusila dua personel,” jelasnya.

Ia mengaku sejak menjabat Komandan Satuan Brimob, sudah beberapa personel yang di-PTDH tetapi rata-rata kasus lama. "Kalau kita biarkan personel disersi maka seperti penyakit tumor yang bisa menjalar ke seluruh personel jika kita tidak tindak tegas. Jadi kita tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," ungkapnya.

Guntur menambahkan, upacara PTDH tanpa dihadiri empat anggota atau inabsensia. "Secara prosedur kita upacarakan secara inabsensia. Ada maupun tidak ada itu upacara tetap sah Kita pajang foto dibawah provost dan saya tuliskan PTDH," tandasnya.

Tak hanya keempat personel tersebut, ia mengaku masih ada sejumlah personel yang bermasalah dan tetap diproses sesuai aturan hukum yang berlaku baik secara disiplin maupun kode etik. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!