Sekilas Info

Tolak Sistem Ganjil Genap, Sopir Angkot Passo Datangi DPRD Ambon

DATANGI DPRD - Puluhan sopir angkot trayek Passo mendatangi DPRD Kota Ambon, Jumat (5/6/2020). Para sopir menolak Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 tahun 2020 pasal 32 tentang penerapan ganjil genap untuk transportasi angkutan umum.

AMBON - Puluhan sopir angkot trayek Passo mendatangi DPRD Kota Ambon, Jumat (5/6/2020). Para sopir menolak Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 tahun 2020 khususnya pasal 32 yang mengatura penerapan sistem ganjil genap untuk transportasi angkutan umum.

Kedatangan para soit diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono, Ketua Komisi III Jhony Wattimena dan beberapa anggota Komisi lainnya, di ruang sidang utama Baileo Rakyat Belakang Soya.

Koordinator sopir angkot Passo, Izaac Pelamonia mengatakan, penerapan sistem ganjil genap sangat meresahkan para supir angkot, sehingga pemkot harus membatalkan perwali pada pasal 32.

"Kita datang untuk meminta pemerintah membatali putusan perwali nomor 16 tahun 2020 pasal 32 mengenai angkot ganjil genap. Kami pengemudi angkot Passo merasa resah, dimana sudah ada keputusan mengenai pembatasan penumpang yang hanya 6 orang, itu  sudah cukup meresakan kita pengemudi apalagi dengan sistem ganjil genap,"kata Pelamonia.

Ia menjelaskan, penerapan sistem ganjil genap sangat berpengaruh terhadap pendapatan mereka.

"Alasannya dalam satu bulan kita beroperasi hanya 14 hari, maka kita mau dapat apa dari majikan. Untuk itu kita pertanyakan dari pemkot jika keluarkan Perwali tolong lihat keberadaan sopir angkot, Ini berpengaruh kepada pendapatan kita pengemudi dan majikan," jelasnya.

Ia menegaskan, jika Pemkot tak membatalkan itu maka para sopir akan melakukan aksi mogok besar-besaran.

"Kita pengemudi Passo hitung dengan jari banyak yang belum dapat bantuan bagimana mau berlakukan ganjil genap. Sopir angkot trayek Passo ada 136 orang, yang baru dapat bantuan 4 orang," tandasnya.

Sementara itu, wakil ketua DPRD Rustam Latupono mengatakan, DPRD akan melakukan koordinasi dengan dinas teknis untuk membicarakan masalah ini.

"Kami akan lakukan koordinasi dengan Dishub untuk bicarakan hal ini. Untuk bantuan segera masukan ke kami," katanya. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!