Sekilas Info

Pasien Sembuh Dari Covid-19 Di Ambon Berbagi Cerita

AMBON - PM (20), salah satu pasien terkonfirmasi Covid-19 di Ambon yang telah sembuh berbagi cerita selama terpapar virus tersebut.

"Saya mau bilang Covid-19 itu ada karena saya merasakannya saat menjadi pasien. Apalagi saya punya bawaan penyakit dalam. Bersyukur selama menjalani karantina diberikan vitamin dan obat sehingga bisa sembuh," ungkap PM kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Kamis (9/7/2020).

Ia menjelaskan merupakan klaster dari pasien LS. “Ketika LS dinyatakan positif, saya diminta ikut rapid test, dan dinyatakan reaktif. Setelah dinyatakan reaktif, saya dan beberapa orang lainnya diminta untuk mengikuti isolasi terpadu. Beberapa hari berselang, saya mengikuti swab test dan sesuai hasil test yang dikeluarkan 3 (tiga) setelahnya, saya dinyatakan positif,” jelasnya.

Dikatakan, setelah hasil pemeriksaan keluar dan dinyatakan positif, dirinya kemudian dipindahkan ke LPMP.

“Perasaan saya ketika mengetahui saya merupakan pasien terkonfirmasi, saya drop, saya sempat stres dan itu membuat kondisi fisik saya sempat menurun. Tapi kemudian saya mencoba melawan ketakutan saya dengan menerima diri sebagai salah satu pasien terkonfirmasi,” katanya.

Kondisi fisik yang menurun dan stress, jelasnya, membuat kondisinya sempat menurun.

“Kelemahan mental menjadi faktor yang membuat kondisi seseorang pasien menjadi turun dan semakin parah, faktor berikutnya adalah penyakit bawaan. Saya sendiri menjalani isolasi di LPMP Provinsi selama 22 hari, itu cukup lama, karena saya memiliki penyakit bawaan asma dan asam lambung. Namun, dari pengalaman yang saya alami, ketika seorang pasien yang tidak memiliki riwayat penyakit bawaan dan memiliki mental yang cukup kuat, proses kesembuhannya semakin cepat,” jelas PM.

Menurutnya, selama karantina di LPMP ia menjalani uji swab selama tiga kali.

" Selama karantina itu tiga kali menjalani uji swab dan alhamdulillah 3 Juni 2020 lalu saya ditanyatakan sembuh. Jadi sudah satu bulan saya sembuh. Walaupun sudah sembuh, saya tetap medapatkan pendampingan dari dokter.," katanya.

Sesuai yang pernah dialaminya, PM meminta kepada warga untuk tetap menjaga imun tubuh.

"Hal yang paling penting adalah harus tetap menjaga imun tubuh, terutama bagi yang punya penyakit bawaan. Covid-19 itu bisa lama dan cepat didalam tubuh,  tergantung imun. Biasanya mereka yang stres dan punya penyakit bawaan itu pasti akan lama. Jadi saya harap masyarakat yang punya imun yang kuat untuk tetap menjaga imun agar tetap stabil," jelasnya.

Menyangkut pelayanan selama, ia mengakui bahwa awalnya pelayanan yang diberikan tidak maksimal, namun kemudian secara bertahap mulai diperbaiki.

"Semua manusia punya kekuarangan. Awal saja yang pelayanan tak maksimal tapi kemudian diperbaiki secara bertahap dan jauh lebih baik," ujarnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk bisa mengikuti anjuran pemerintah dan mengikuti protokol kesehatan. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!