Sekilas Info

BI: Perputaran Uang Di Maluku Berkurang

Ilustrasi

AMBON - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku mencatat pada masa pandemi Covid-19 perputaran uang di Maluku berkurang dibandingkan tahun 2019.

"Dari pengamatan kami, terkait dengan pemenuhan uang tunai atau perputaran uang memang dengan adanya pandemi ini relatif berkurang," kata Deputi Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku, Teguh Triyono kepada wartawan diruang kerjanya, Kamis (16/7/2020).

Menurutnya faktor-faktor yang mempengaruhi berkurangnya perputaran uang yaitu adanya pembatasan jam operasional sejumlah usaha saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), adanya social distancing serta beredarnya informasi negatif tentang Covid-19.

Ia mengakui pada masa pandemi transaksi non tunai justru mengalami perkembangan, karena banyak yang menggunakan aplikasi non tunai.

"Di satu sisi ada juga kebijakan BI yang kebetulan sejalan dengan kondisi kita saat ini yaitu menggalakan kegiatan ekonomi berbasis non tunai. Itu yang mengalami perkembangan," ungkapnya.

Penurunan perputaran uang, jelasnya. bukan saja terjadi di Maluku, namun seluruh dunia.

"Kondisi ini bukan saja terjadi di Kota Ambon atau Maluku bahkan kalau kita cermati lagi bank dunia memprediksikan hampir semua negara itu pertumbuhan ekonomi negatif ditahun 2020. Kita bersyukur untuk proyeksinya Indonesia masih positif walaupun positifnya berada pada  0,9 sampai 1,5 persen. Hal ini disebabkan karena ada Bantuan Langsung Tunai (BLT), Dana Desa dan kartu prakerja, yang membuat kegiatan ekonomi," jelasnya. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!