Sekilas Info

Berkas Oknum TNI Penjual Amunisi Ditelaah Otmil

SELUNDUPAN - Senjata api dan amunisi hasil selundupan dari Ambon yang diamankan di Teluk Bintuni, 10 Februari 2021 lalu. (Foto: papua.inews.id/Andrew Chanry).

AMBON - Berkas oknum prajurit TNI dari Yonif Raider 733/Masariku, Praka MS yang diduga terlibat dalam penjualan 600 butir amunisi ke Papua kini sudah berada di meja Oditurat Militer (Otmil) Ambon.

Hal ini diakui oleh Kepala Otmil Ambon, Kolonel Chk Riswandono.

Berkas tersebut kini sedang ditelaah dan selanjutnya jika sudah memenuhi syarat dan lengkap maka akan dilimpahkan ke pengadilan militer.

Setelah menerima berkas, kini dalam pengolahan (telaah) akan ajukan Surat Pendapat Hukum (SPH) Berita Acara Pendapat (Bapat) kepada Perwira Penyerah Perkara (Papera).

"Berkas sudah kami terima, dan dalam pengolahan, secepatnya akan kami ajukan SPH Bapat ke Papera dan segera kami limpahkan ke Pengadilan Militer Ambon," jelas Riswandono.

Kendati belum memastikan kapan pelimpahan namun ia memastikan perkara ini segera dituntaskan.

Sebelumnya, penyidik Polisi Militer Kodam (Pomdam) XV! Pattimura, memeriksa saksi di Polres Bintuni guna mendalami keterlibatan oknum prajurit TNI dari Yonif Raider 733/Masariku, Praka MS yang diduga terlibat dalam penjualan 600 butir amunisi ke Papua.

Pemeriksaan ini untuk melengkapi berkas tersangka sebelum dilimpahkan ke Otmil untuk diproses lebih lanjut.

Sebagaimana diketahui, Praka MS, mendapatkan amunisi dari hasil latihan menembak yang kemudian dikumpulkannya sendiri. Selanjutnya, Praka MS menjualnya kepada AT (warga sipil) dengan tujuan untuk berburu.

Dari hasil pemeriksaan penjualan amunisi ini, praka MS tidak berhubungan langsung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, namun yang bersangkutan berhubungan dengan seseorang berinisial D, sehingga tidak tidak tahu akan dibawa KKB. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!