Sekilas Info

Dua Residivis Narkoba di Ambon Divonis Bervariasi

Ilustrasi

AMBON - Ronald Pattiradjawane dan Relis Pattiserlihun, divonis majelis hakim bervariasi.

Keduanya  merupakan residivis kasus narkoba ini divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Selasa (10/5/2021) yang diketuai Hamza Kailul.

Roland divonis lima tahun penjara, sedangkan Relis dihukum tujuh tahun penjara. Selain pidana badan, keduanya juga dihukum membayar denda masing-masi sebesar Rp 1 miliar subsider dua bulan kurungan.

"Mengadili, menyatakan kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (1) juncto pasal 144 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," tandas Hakim Ketua Hamza Kailul.

Hakim menyatakan barang bukti berupa enam paket narkotika golongan satu bukan tanaman jenis sabu yang dikemas dalam plastik bening ukuran kecil dirampas untuk dimusnahkan.

Hakim menyebutkan ada pun hal yang memberatkan terdakwa dituntut penjara dan denda karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan dan pengedaran narkotika, apalagi para terdakwa sudah pernah dihukum.

Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dalam persidangan serta mengakui perbuatannya masing-masing.

Terdakwa Ronald pada 13 November 2020 melihat ada panggilan tidak terjawab di telepon genggamnya, dan sang penelpon adalah terdakwa Relis sehingga Ronald keluar rumahnya dan menelpon balik.

Ternyata terdakwa Relis meminta tolong kepada Ronald untuk menjemput barang di depan sebuah salon samping Toko Meter di Jalan Tulukabessy Ambon untuk mengambil sebuah barang yang sudah diletakkan seseorang di depan sebuah mobil.

Barang tersebut nantinya diantarkan terdakwa Ronald kepada Relis di Rutan Waiheru Ambon pada sore hari, dan Relis juga meminta terdakwa Ronald membeli makanan untuk disisipkan paket tersebut ke dalam Rutan.

Namun ketika terdakwa Ronald hendak memasuki gang menuju Rutan, dia dicegat anggota BNNP Maluku di depan Gapura SUPM Ambon di Waiheru. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!