Sekilas Info

Kontraktor Taman Kota Saumlaki Terancam Masuk DPO

Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rorogo Zega

AMBON - Hartanto Hoetomo, kontraktor pembangunan Taman Kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar bakal dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk dilacak oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Alasan Direktur PT Inti Artha Nusantara ini akan dimasukan DPO lantaran sudah tiga kali mangkir saat dipanggil penyidik Kejati Maluku.

Kontraktor ini dinilai tidak menghargai proses hukum. Ia adalah salah satu dari empat tersangka kasus korupsi pembangunan Taman Kota Saumlaki.

Tiga tersangka yang sudah ditahan dan semnetara menjalani persidangan yaitu mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Tanimbar Andrianus Sihasale, Wilelma Fenanlampir (PPTK) dan  Frans Yulianus Pelamonia (pengawas).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zega kepada wartawan di Ambon, Jumat (23/7/2021) mengatakan, upaya pemanggilan sudah dilakukan sebanyak tiga kali.

Namun hingga kini tidak ada kabar sedikitpun dari yang bersangkutan.

"Kami ingatkan juga perkara taman kota yang satu orang belum datang. Kita tidak akan panggil lagi. Kita terbitkan DPO untuk pencarian. Alamatnya memang di Surabaya. Alasannya mencari penasehat hukum tetapi sampai hari ini tidak ada itikad baik.," tandasnya.

Turut mendampingi Kajati, diantaranya Aspidsus Kejati Maluku Rudy, Koordinator Kejati Maluku I Gede Widhartama, Kasi Penyidikan Ye Oceng Ahmadaly dan Kasi Penuntutan Achmad Attamimi.

Sebagiamana diketahui, empat tersangka proyek Taman Kota Saumlaki tersebut ditetapkan sejak Kamis (27/5/2021).

Proyek taman kota di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dikerjakan dengan menggunakan sumber anggaran dari APBD Tahun Anggaran 2017 oleh kontraktor pelaksana PT. Inti Artha Nusantara, namun diduga tidak sesuai RAB, sementara dananya sudah dicairkan 100 persen. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!