Sekilas Info

BPBD Ambon Tingkatkan Kapasitas KMSB

AMBON, MalukuTerkini.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon menggelar peningkatan kapasitas kelembagaan Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB) terkait dengan program Flood Management in Selected River Basin (FMSRB) yang berlangsung di Manise Hotel, Kamis (31/3/2022).

Dalam sambutan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy yang dibacakan Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon Agus Ririmasse mengatakan, FMSRB merupakan program yang dilaksanakan untuk mendukung pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan mitigasi bencana banjir yang lebih baik dengan sumber dana hibah on granting Asian Development Bank (ADB) Loan No. 3440 - INO.

"Kegiatan ini mengarah kepada perubahan paradigma dari kegiatan yang berorientasi pada proyek pengendalian banjir yang meliputi cara-cara struktural menjadi ke orientasi proses pengelolaan banjir terintegrasi, yang menyediakan satu perpaduan yang sesuai antara intervensi non-struktural, peningkatan kapasitas dan kelembagaan, serta kegiatan konstruksi untuk mitigasi dampak negatif banjir dan longsor, sehingga penduduk di daerah dataran banjir akan menjadi pengambil manfaat utama dengan menempatkan masyarakat dan kelembagaannya sebagai aset dan mitra dalam proses pembangunan, memberikan kontrol keputusan dan sumber daya melalui kelompok masyarakat, serta masyarakat diberdayakan melalui kemitraan dengan berbagai unsur pemangku kepentingan di antaranya Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Ambon, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Perguruan Tinggi," ungkap Ririmasse.

Dikatakan, bencana banjir dan longsor yang sering terjadi di berbagai wilayah di Kota Ambon, tidak hanya merusak wilayah pemukiman saja, tapi juga mengganggu aktivitas masyarakat dan sistem ekonomi di daerah daerah yang terkena dampaknya.

Untuk itu, diperlukan suatu strategi penanganan dengan pendekatan yang tepat guna meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh daya rusak air.

"Untuk menjawab kebutuhan di atas, maka Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat menjadi suatu pendekatan yang dianggap paling tepat untuk dilaksanakan dalam Program FMSRB, mengingat masyarakat adalah pihak yang paling rentan saat terjadi banjir. Oleh karena itu peran serta masyarakat dalam mitigasi banjir dan longsor menjadi penting dalam rangka peningkatan siapsiagaan menghadapi bencana banjir dan longsor," ujarnya. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!