Sekilas Info

Tiga Terdakwa Korupsi ADD Akoon Dituntut 5 Tahun Penjara

Ilustrasi

AMBON, MalukuTerkini.com - Tiga terdakwa korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Akoon, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dituntut 5 tahun penjara.

Ketiga terdakwa masing-masing mantan Raja negeri Akoon Alexander Tahapary, Sekretaris Paulus Tahapary dan Bendahara Trotje Wairisal.

Tuntutan ini disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Junita Sahetapy dalam sidang di Pengadilan Tipidkor pada Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (27/7/2022) dipimpin oleh Hakim Jenny Tulak.

JPU menyatakan, ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi secara bersama-sama dan berlanjut, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,  sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dalam  Dakwaan Primair.

JPU meminta agar majelis hakim menjatuhkan vonis kepada terdakwa selama 5 tahun penjara.

"Meminta agar majelis hakim  yang memeriksa dan mengadili perkara ini menghukum para terdakwa dengan hukuman masing-masing 5 tahun penjara," tandas JPU.

Selain pidana badan, JPU juga menuntut para terdakwa agar membayar denda sebesar Rp 200 juta, subsider 3 bulan kurungan dan  membayar uang pengganti sebesar Rp 463.978.370 dengan ketentuan jika terdakwa tidak dapat membayar uang pengganti paling lama dalam jangka waktu 1 bulan setelah putusan pengadilan  memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Namun jika harta benda yang dimiliki tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka terdakwa akan dipidana dengan pidana penjara selama 2, 6 tahun.

Usai mendengar tuntutan JPU hakim kemudian menunda sidang untuk mendengarkan pembelaan dari terdakwa. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!