Sekilas Info

BPS-BRIN Gelar Desiminasi Hasil Riset Kajian Kualitatif Long Form SP 2020

AMBON, MalukuTerkini.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Desiminasi Hasil Riset Kajian Kualitatif Long Form Sensus Penduduk (SP) 2020 yang berlangsung di Ambon, Rabu (19/10/2022).

Ada pun tema yang diambil dalam kegiatan tersebut yakni "Pembangunan Ekonomi Hijau dan Kondisi Sosial Demografi Penduduk Indonesia Mewujudkan Kesejahteraan Penduduk dan Lingkungan Berkelanjutan"

Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Ekonimi dan Keuangan, Denny Lilipory mengatakan, ekonomi hijau menjadi salah satu gagasan ekonomi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kelestarian lingkungan alam sekitar.

Dikatakan, Pemerintah menargetkan bahwa ekonomi hijau bisa menjadi masa depan perekonomian baru nasional yang lebih ramah lingkungan, karena penerapan ekonomi hijau dinilai dapat menekan emisi karbon dioksida dan menyumbang lebih banyak manfaat bagi Indonesia.

“Desiminasi  ini bertujuan untuk menyampaikan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti BPS dan BRIN, serta sebagai ruang komunikasi  peneliti  dengan pemerintah, akademisi serta elemen publik dan seluruh pemangku kepentingan. Jadi ini dapat memberikan masukan dan tanggapan dalam penyempurnaan hasil kajian serta dapat menjadi referensi dan rekomendasi dalam penetapan kebijakan pembangunan berbasis penelitian," katanya.

Dengan memperhatikan pentingnya ekonomi hijau, Gubernur meminta kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Maluku Malut untuk menjadikan kajian kalitatif ini sebagai referensi serta menjadi role model dalam meningkatkan kualitas progran ekonomi produktif dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, sambutan Kepala BPS Provinsi Maluku Asep Riyadi mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki komitmen untuk menjaga dan melestarikan alam.

"Salah satu bentuk komitmen dapat dilihat dari arah pembangunan berkelanjutan dengan prinsip ekonomi hijau,"ucap Riyadi.

Ia menjelaskan, Indonesia adalah merupakan wilayah yang memiliki penduduk terbesar didunia khususnya Provinsi Maluku dengan jumlah 1,805 juta penduduk. Hal ini sangat berpengaruh terhadap emisi gak rumah kaca (GRK).

Menurutnya, pada tahun 2030 Indonesia bertujuan mengurangi emisi Co2 sebesae 29 persen sambil mempertahankan PDRB tahunan sebesar 7 persen untuk dapat membuat ekonomi hijau berkelanjutan.

"Kami berharap dengan hasil kajian ini dapat menjadi refernsi kita semua untuk menciptakan ekonomi hijau," ujarnya. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!