Sekilas Info

SBT Juara Umum Festival Qasidah Provinsi Maluku

AMBON, MalukuTerkini.com – Kontingen Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) berhasil tampil sebagai juara umum Festival Seni Qasidah XXVI tingkat Provinsi Maluku.

Festival terseut ditutup oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (DPW-LASQI) Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad, Selasa,(8/11/2022) malam.

Penutupan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Widya, didampingi Penjabat Sekda Maluku Sadli Ie, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku H Yamin, Penjabat Bupati Buru Djalaludin Salampessy, Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar Daniel Indey dan Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena.

Seram Bagian Timur tampil sebagai juara umum dengan nilai 81 setelah meraih gelar terbaik I kategori Grup Qasidah Klasik Dewasa Puteri, terbaik II kategori Grup Kolaborasi, terbaik V kategori Pop Religi Remaja Putera, terbaik III kategori Pop Religi Remaja Puteri, terbaik III kategori Grup Klasik Remaja Puteri, terbaik I kategori Bintang Vokalis Dewasa Puteri, terbaik II kategori Pop Religi Anak-Anak Putera dan Puteri, terbaik I kategori Bintang Vokalis Remaja Putera, terbaik III kategori Bintang Vokalis Remaja Puteri, terbaik I kategori Bintang Vokalis Dewasa Putera, terbaik III kategori Bintang Vokalis Anak-Anak Putera dan terbaik V kategori Bintang Vokalis Anak-Anak Puteri.

Piala dan hadiah serta piala bergilir Gubernur Maluku diserahkan Widya kepada kontingen Kabupaten SBT dan para juara kategori lainnya.

Atas raihan juara ini, kontingen Kabupaten SBT akan mewakili LASQI Maluku di Festival Lasqi tingkat nasional di Kota Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Sebelum menutup pelaksanaan festival, Ketua DPW LASQIProvinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad mengatakan , penyelenggaraan festival Qasidah kali ini merupakan kegiatan kompetisi dalam rangka menciptakan generasi berprestasi menuju "Maluku Bisa", yang diharapkan dapat mengharumkan nama daerah pada Festival Qasidah tingkat nasional di Kota Karawang, Provinsi Jawa Barat.

"Kepada pengurus Lasqi kabupaten/kota, saya mintakan agar memiliki konsep paradigma baru melalui program inovasi baru yang terintegrasi antara musik etnik, kuliner, wisata dan fashion show," katanya.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan seni dan budaya seperti ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, bukan hanya pada level kabupaten/kota saja melainkan dari level bawah yang melibatkan seluruh pelaku dan pengelola seni.

Peserta kontingen festival terdiri dari Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Seram Bagian Barat, dengan total peserta sebanyak 182 orang dari tujuh DPD Lasqi se-kabupaten/kota di Maluku.

Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru dan Kota Tual, tak ikut serta.

Alasan Kabupaten MBD dan Tanimbar tak mengikuti festival dikarenakan belum terbentuknya DPD LASQI di masing-masing daerah.

Ketidaksiapan akibat baru selesainya diselenggarakan Pasparani tingkat provinsi menjadi alasan Kota Tual. Terakhir, baru terbentuknya DPD LASQI, adalah alasan, Kabupaten Aru belum siap mengikuti festival. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!