Sekilas Info

Ini Rincian Bantuan Pemprov Maluku Bagi Warga Terdampak Gempa di Tanimbar

AMBON, MalukuTerkini.com - Bantuan tanggap darurat  Pemprov Maluku ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pasca Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo M 7,9 (parameter update M 7,5) yang terjadi di Laut Banda, Selasa (10/1/2023) pukul 02.47 WIT telah dikirim.

Bantuan yang dkirim Selasa (10/1/2023) sore itu terdiri beras 2 ton, tenda gulung merah 20 lembar, tenda keluarga 2 unit, kasur merah 10 lembar, matras 576 lembar, peralatan dapur keluarga 20 paket, food ware 20 paket, family kit 30 paket, kids ware 30, selimut merah 20 lembar, sandang dewasa 50 paket, sandang bayi 100 paket dan pembalut wanita 50 paket.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Meikyal Pontoh kepada GM Pelni Ambon Ilham Selasa (10/1/2023) sore dan sekaligus  melepas  bantuan yang dibawa  menggunakan KM Sabuk Nusantara 72 dari Pelabuhan Yos Sudarso - Ambon.

Bantuan yang sama pula akan didistribusikan juga Selasa (10/1/2023) malam ke Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Ismail Usemahu mengatakan,  dampak dari gempa dini hari terasa di hampir di seluruh kabupaten/kota, namun ada dua kabupaten yang sangat terasa dampaknya yakni Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Olehnya itu, Gubernur Maluku Murad Ismail telah menginstruksikan untuk segera merespon cepat dan telah dilakukan koordinasi dengan OPD terkait.

"Yang mana paling penting saat ini ialah SK Penetapan Darurat Akibat Bencana oleh Bupati dan Gubernur dimana telah masuk proses penandatanganan,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo M 7,9 yang terjadi di kawasan Laut Banda khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, Selasa (10/1/2023) pukul 02.47 WIT.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,5. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,37° LS; 130,23° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 Km arah Barat Laut Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku pada kedalaman 130 km,” jelas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya yang diterima malukuterkini.com, Selasa (10/1/2023).

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, menurut Daryono, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ungkapnya.

Ia merincikan gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Saumlaki dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), daerah Dobo, Tiakur IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi), daerah Sorong, Kaimana, Alor, Waingapu, Waijelu, Lembata dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Kairatu, Merauke, Nabire, Tanah Merah, Wamena, Bakunase, Kolhua, Sabu, Rote, Ende, Amarasi Selatan, Kota Kupang dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Ambon dan Piru II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini Berpotensi Tsunami, dengan tingkat ancaman Siaga di Maluku Tengah, Kepulauan Maluku Tenggara, Kabupaten Kepukauan Tanimbar dan Kota Ambon; sedangkan tingkat ancaman Waspada di Maluku Tenggara, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Buru, Wakatobi, Kendari Pulau Watulumango, Kepulauan Kendari, Konawe Bagian Selatan, Kota-Kendari dan Kendari,” rincinya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!