Sekilas Info

Ingin Gantikan Shell di Blok Masela, Ini yang Dilakukan Pertamina

Ilustrasi

AMBON, MalukuTerkini.com - Rencana PT Pertamina (Persero) untuk menggantikan Shell di Blok Masela terus berjalan.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut, Pertamina akan menyampaikan proposal untuk mengambil hak partisipasi atau participating interest (PI) 35% di blok tersebut pada April mendatang.

" Pertamina baru akan menyampaikan proposalnya di bulan April," kata Dwi di Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (21/2/2023).

Dwi mengatakan, diskusi untuk proyek tersebut hingga saat ini masih terus berjalan.

"Diskusi-diskusi mengenai project-nya jalan terus, khususnya karena masuknya CCUS (carbon capture, utilization and storage)," katanya.

Sebelumnya, Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) US$ 5,7 miliar atau sekitar Rp 86,07 triliun (kurs Rp 15.100) di 2023. Belanja modal ini salah satunya digunakan untuk mengambil hak partisipasi di Blok Masela, menggantikan Shell.

Direktur Utama PHE, Wiko Migantoro mengatakan, anggaran tersebut untuk aktivitas organik dan anorganik. "Investasi ini naik 44% dibanding realisasi 2022," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII, Jakarta, Selasa (7/2/2023) lalu.

Adapun rincian anggaran belanja modal itu yakni Business Development (BD) dialokasikan sebesar US$ 3,15 miliar, investasi Non Business Development (NBD) US$ 1,06 miliar dan Merger dan Akuisisi (M&A) US$ 1,5 miliar.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengkonfirmasi, anggaran tersebut salah satunya untuk Blok Masela. "Betul," kata Nicke saat dikonfirmasi.

Namun demikian, Nicke tak bisa membeberkan secara rinci berapa anggaran untuk masuk ke Blok Masela tersebut. Sebab, Pertamina terikat perjanjian kerahasiaan atau Non Disclosure Agreement (NDA). "Belum ada, nggak boleh, kita terikat NDA," katanya. (MT-05)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!