Sekilas Info

Duta Parenting Maluku Ajak Baku Gandeng Peduli TBC-Stunting

AMBON, MalukuTerkini.com - Duta Perangi Stunting (Parenting) Provinsi Maluku yang juga Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad meluncurkan Pojok Peduli TBC-Stunting Mandiri di Negeri Laha Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon, Senin (3/4/2023).

Ia mengakui TBC dan stunting masih menjadi masalah serius yang perlu penanganan intensif dan komprehensif.

“TBC dan stunting adalah dua masalah yang saling berhubungan sertta memiliki timbal balik, karena ciri-ciri anak TBC dan stunting hampir sama, dimana berat badan tidak sesuai dengan usia, batuk terus-terusan, dan demam. Saya sangat peduli dengan stunting karena kita harus mempersiapkan anak-anak kita menjadi generasi emas, yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnyaa.

Widya menegaskan hal ini adalah tanggung jawab bersama terhadap anak-anak di negeri raja-raja ini.

“Kalau bukan kita sekarang yang peduli, lalu siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Ini perlunya baku gandeng antara Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan TP- PKK. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, masyarakat di Negeri Laha bisa peduli akan keberadaaan anak-anak di sini khususnya yang terkena TBC dan stunting,” tandasnya.

Ia merincikan sesuai data WHO tahun 2022 Indonesia Kembali menduduki peringkat kedua di dunia setelah India dalam Kasus TBC, di mana Provinsi Maluku sebanyak 48,5% menjadi urutan ke-18 di Indonesia, dari 34 provinsi, dan Kota Ambon menjadi peringkat ke-3 dari 11 kabupaten kota dengan presentasi 59,6%.

“Dalam rangka percepatan penanganan TBC dan stunting, peran pemangku kebijakan lintas sektor sangat penting guna mengsinergikan upaya-upaya yang mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14% di Tahun 2024, yang diharapkan pada tahun 2024 nanti maluku bisa mencapai angka 20%. Mudah-mudahan masyarakat yang ada di negeri laha bisa peduli dengan stunting sehingga kita sama-sama bisa tangani stunting dan TBC di kota Ambon.” rincinya.

Widya juga megatakan Hari TBC sedunia yang diperingati setiap 24 Maret, bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang dampak membahayakan dari penyakit ini, untuk itu ia berharap momentum ini, dapat membentuk kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap penyakit TBC sehingga angka penularan dan kematiannya bisa ditekan.

Di tempat yang sama  Sekda Maluku Sadali Ie saat membacakan sambutan Gubernur Maluku, mengatakan peluncuran merupakan ini merupakan langkah strategis untuk penurunan angka stunting dan pasien TBC di daerah ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam eliminasi TBC tahun 2030.

“Saya mengharapkan masyarakat ikut berperan aktif untuk memutuskan mata rantai penularan TBC serta perbaikan gizi guna menurunkan angka prevalensi pasien TBC, dan stunting di Provinsi Maluku.” Katanya.

Gubernur dalam sambutan tertulisnya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berupaya keras untuk mewujudkan peningkatan derajat Kesehatan masyarakat, termasuk penurunan angka pasien TBC dan penderita stunting di Provinsi Maluku.

“Sinergitas dan kolaborasi harus terus ditingkatkan melalui program dan kegiatan lintas sektor yang komperhensif, untuk mewujudkan misi pembangunan Pemerintah Provinsi Maluku yakni Maluku yang terkelola secara jujur, bersih dan melayani, terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan,” jelasnya. (MT-04)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!