Sekilas Info

Peringati ‘Anzac Day’ 2023 di Ambon, Ini Kata Konjen Australia

ANZAC DAY 2023 – Atase Angkatan Laut Kedubes Australia untuk Indonesia Captain Rod Griffiths (kiri) bersama Konjen Australia di Makassar Bronwyn Robbins (tengah) dan Staf Atase Angkatan Laut Kedubes Australia Mark Daly (kanan) saat menghadiri peringatan Anzac Day di Taman Makam Persemak¬muran, di kawasan Tan¬tui, Ambon, Selasa (25/4/2023).

AMBON, MalukuTerkini.com –  Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Makassar, Bronwyn Robbins menghadiri peringatan 108 tahun Australian and New Zealand Army Corps (Anzac) Day atau Hari Anzac di Taman Makam Perse­mak­muran atau Ambon War Ce­me­tery, di kawasan Tan­tui, Ambon, Selasa (25/4/2023).

Kepada malukuterkini.com, usai upacara peringatan tersebut, Konjen Australia di Makassar, Bronwyn Robbins mengaku sangat terkesan dengan peringatan Anzac Day tahun 2023 ini di Ambon.

“Peringatan Anzac Day ini sangat berkesan bagi kita semua. Tahun ini juga kehormatan bagi saya, karena untuk pertama kali saya menghadiri Anzac Day di Ambon,” ungkapnya.

Apalagi, kata Bronwyn Robbins, sebagai perpanjangan tangan nama pemerintah Australia, dirinya memiliki wilayah tanggung jawab itu meliputi 11 provinsi di kawasan Timur Indonesia termasuk Provinsi Maluku.

“Saya juga sangat senang karena pada peringatan Anzac Day tahun ini juga dihadiri sejumlah keluarga veteran Australia yang tergabung dalam Gull Force,” katanya.

Dijelaskan, Anzac Day tahun 2024 akam tetap dirayakan di Ambon,

“Ini tempat yang akan sealu kita ingat. Apalagi ada banyak orang Australia dan orang New Zealand yang meninggal di Ambon saat perang dunia dulu dan dimakamkan di Taman Makam Perse­mak­muran atau Ambon War Ce­me­tery, di kawasan Tan­tui,” jelasnya,

Ia menambahkan, selaim di Ambon, peringatan Anzac Day 2023 juga digelar di Jakarta, Bandung, Balikpapan dan Denpasar.

Anzac Day yang digelar setiap tahun pada 25 April, menandai pen­daratan pasukan Australia dan Selandia Baru di Gallipoli, Turki, pada tahun 1915.

Di Ambon, diperingati de­ngan upacara subuh, yang dipandu Atase Angkatan Laut Kedubes Australia untuk Indonesia Captain Rod Griffiths. Upacara dimulai pukul 05.30 WIT.

Upacara Anzac Day 2023 di Ambon dihadiri Bronwyn Robbins (Konsul Jenderal Australia di Makassar), Captain Mark Daly dan Warner Barrie (Staf Atase Angkatan Laut Kedubes Australia). Hadir juga sejumlah keluarga veteran Australia (Gull Force).

Staf Kedubes, konjen maupun keluarga veteran yang hadir turut meletakan karangan bunga poppy merah dan rose­mary yang dibawa khusus dari Australia, pada tugu peringatan yang berada di ba­gian tengah makam persemakmuran War Cemetery, di kawasan Tantui.

Konsul Jenderal Australia di Makassar, Bronwyn Robbins menjelaskan peringatan Anzac Day berlangsung serentak di seluruh dunia.

Anzac Day, diperingati setiap 25 April, sesuai tanggal pendaratan tentara Australia dan Selandia Baru di Gallipoli, Turki, pada 1915. Lebih dari 10.000 orang tentara Australia dan Selandia Baru gugur dalam selama delapan bulan di Turki pada Perang Dunia I,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pada Taman Makam Persemakmur­an din kawasan Tantui – Ambon yang menjadi lokasi peringatan 108 tahun Anzac Day atau Hari Anzac, teronggok ke­rangka ribuan tentara sekutu dari 6 negara. Total­nya seba­nyak 2.137 makam, terdiri dari 1.092 tentara Australia, terma­suk 694 tentara dari total dari 1.131 anggota pasukan elit batalion 21, Divisi II  Gull­Force atau pasukan infantri Australia yang gugur.

Selain itu 810 tentara Inggris, 186 Belanda, 30 India, 2 Kanada, Selandia baru dan Afrika Selatan masing-masing 1 dan 15 orang dari beberapa negara sekutu lainnya.

Di bagian depan Taman terda­pat Memorial Building Ambon. Bangunan mirip halte bus, terbuat dari beton berkualitas tinggi dengan desain eksterior berkelas.

Di kedua sisi dindingnya terpam­pang lembaran tem­baga berukuran sekira 3×2 meter persegi yang diatasnya terukir dengan huruf timbul nama tentara dan penerbang Australia yang gugur di tanah Maluku, Sulawesi dan Kepulauan sekitarnya pada saat Perang Dunia II, termasuk yang tidak diketahui dan ditemukan jenasah­nya.

Setiap nama dilengkapi nomor prajurit, pangkat dan jabatan ter­akhir serta nama asal kesatuan. Dari data yang terpampang, umumnya mere­ka berasal dari Ang­kat­an Udara Australia, selain bebe­ra­pa yang berasal dari kesatu­an Angkatan Laut dan Ang­katan Darat Australia.

Lokasi Taman Makam Per­semakmuran Tantui, pada saat Perang Dunia II, sebe­lum­nya menjadi menjadi markas Batalyon 2/21 Austra­lia GullForce, dan kemudian berubah menjadi lokasi kam tahanan tentara negara-nega­ra persemak­muran oleh tentara Jepang.

Batu-batu nisan berukuran sebe­sar laptop dengan tinggi hanya be­berapa sentimeter di atas tanah seolah tak terli­hat diatas hamparan rumput hijau yang dipangkas rapih. Namun ketika melangkahkan kaki ke bagian tengah barulah batu-batu nisan itu tampak bertebaran dimana-mana. (MT-01)

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!