Ini Sejumlah Agenda DPRD Kota Ambon Tahun 2025
AMBON, MalukuTerkini.com - Mengawali tahun 2025, DPRD Kota Ambon sudah mengagendakan sejumlah agenda penting untuk dibahas dan dilaksanakan.
Sejumlah agenda penting tersebut berupa rapat kerja masa sidang II Tahun sidang 2024-2025.
"Paling terlambat Minggu depan paripurna masa sidang I dan pembukaan masa sidang II kita akan gelar. DPRD Kota Ambon sudah mengadakan rapat Badan Musyawarah untuk membahas rencana agenda kerja masa sidang II," tandas Sekretaris DPRD Kota Ambon, Apries B Gaspersz bersama Ketua DPRD Kota Ambon Mourits Tamaela di Ambon, Jumat (10/1/2025).
Menurutnya, sejumlah point penting hasil rapat menjadi fokus agenda kerja DPRD.
“Setelah pembukaan masa sidang II, DPRD akan menetapkan sejumlah Peraturan Daerah (Perda) yang sempat tertunda pada masa sidang I. Kemudian Reses dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Aspirasi ini akan diolah menjadi pokok pikiran DPRD yang akan menjadi dasar dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang)," ungkapnya.
Tak hanya itu, katanya, DPRD juga akan menggelar ‘Parlement Day’ setiap bulan.
“Kegiatan ini juga akan melibatkan elemen masyarakat, seperti akademisi, siswa, dan mahasiswa untuk berdiskusi bersama DPRD. Hal ini bertujuan membuka ruang komunikasi yang efektif antara DPRD dan masyarakat, menggantikan aksi-aksi demo dengan dialog produktif,” katanya.
Selain itu, menurutnya, DPRD juga telah akan mencanangkan Bulan Bakti DPRD bekerja sama dengan pihak eksekutif.
Kegiatan ini akan melibatkan anggota DPRD untuk turun langsung ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing, menyampaikan program kerja, serta mendekatkan diri dengan masyarakat. Kemudian buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial selama masa sidang II.
“Melalui agenda-agenda strategis ini, DPRD Kota Ambon berkomitmen untuk menyerap dan mengakomodasi aspirasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah, meningkatkan transparansi dan dialog dengan masyarakat melalui kegiatan yang terstruktur, mewujudkan pembangunan daerah yang partisipatif dan berkelanjutan,” jelasnya. (MT-04)
Komentar