AMBON, MalukuTerkini.com – Sebanyak 18 ton Desiccated Coconut (tepung kelapa)  diberangkatkan dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar menuju Aqaba, Yordania, setelah melewati serangkaian pemeriksaan oleh para petugas Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Sulawesi Selatan.

Kehadiran petugas Karantina Sulawesi Selatan memastikan belasan ton tepung kelapa tersebut telah memenuhi persyaratan internasional sebelum disegel dalam kontainer.

Pengiriman tepung kelapa ini memiliki nilai transaksi mencapai USD 29.466,00 atau setara dengan lebih dari Rp450 juta dan dikirim menggunakan kapal KM Sinar Pajajaran V.

Kepala  Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah dalam keteranganya yang diperoleh malukuterkini.com, Sabtu (10/1/2026) menegaskan pendampingan terhadap eksportir merupakan prioritas untuk menjaga citra komoditas Indonesia di mata dunia.

“Kami telah menugaskan petugas Karantina untuk melakukan pemeriksaan fisik dan dokumen secara mendalam di lokasi pemuatan. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa komoditas tepung kelapa ini benar-benar sehat, bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), serta memenuhi standar kualitas yang diminta oleh negara tujuan,” tandasnya.

Dikatakan, komitmen terhadap layanan sertifikasi yang cepat dan akuntabel terus diperkuat guna memastikan produk unggulan seperti olahan tepung kelapa ini memiliki daya saing yang tinggi di pasar internasional.

“Langkah preventif melalui pengawasan ketat ini dilakukan secara sistematis untuk meminimalisir risiko penolakan (rejection) di negara tujuan, sekaligus menjaga reputasi komoditas ekspor asal Sulawesi Selatan di kancah dunia,” katanya.

Dengan keberhasilan ekspor ini, diharapkan volume pengiriman komoditas turunan kelapa dari Sulawesi Selatan akan terus meningkat sepanjang tahun 2026, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (MT-01)