AMBON, MalukuTerkini.com – PT Pegadaian terus memperkuat sinergi dengan media sebagai mitra strategis dalam memperluas literasi keuangan masyarakat.
Hal ini disampaikan Pratikno, selaku Pemimpin Wilayah VI Makassar yang membawahi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, dalam kegiatan Media Gathering Pegadaian, di Ambon, Kamis (5/2/2026).
Pratikno menegaskan, peran media sangat penting dalam membangun komunikasi dan kolaborasi agar nilai tambah produk dan layanan Pegadaian dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah yang belum terjangkau layanan fisik.
“Keterjangkauan layanan kami memang terbatas di titik-titik tertentu. Karena itu, pada Oktober 2025 lalu, kami meluncurkan aplikasi Pegadaian Digital sebagai kepanjangan tangan layanan agar masyarakat di pelosok, selama ada jaringan internet, tetap bisa terlayani,” tandasnya.
Ia juga mengajak insan pers untuk terus bersinergi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya terkait produk Pegadaian berbasis emas.
Menurut Pratikno, kinerja bisnis Pegadaian di wilayah konsolidasi SulSelBarRa–Maluku menunjukkan hasil yang sangat positif sepanjang tahun 2025. Namun capaian tersebut, kata dia, bukan semata hasil kerja internal Pegadaian, melainkan buah dari kepercayaan masyarakat serta dukungan media.
“Pertumbuhan ini tidak lepas dari peran teman-teman media yang ikut menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Kepercayaan publik adalah kunci utama,” ungkapnya.
Sepanjang tahun 2025, Pegadaian Wilayah VI Makassar berhasil mencatatkan kinerja:
- Omset seluruh produk: Rp 40.914.025.147.240 dengan jumlah nasabah aktif: 2.209.121 nasabah,
- Saldo Tabungan Emas: 866.279 gram, dengan 329.482 rekening, Deposito emas: 126.011 gram, Omset Cicil Emas (Cilem): Rp 1.560.281.269.540 atau setara 874.150 gram emas.
Pratikno menjelaskan, Tabungan Emas menjadi salah satu produk unggulan Pegadaian. Jika perbankan mengenal tabungan rupiah atau dolar, maka Pegadaian mendorong masyarakat menabung dalam bentuk emas yang dinilai lebih stabil dan memiliki nilai jangka panjang.
“Emas bukan hanya alat investasi, tetapi juga sarana menabung yang aman dan mudah diakses masyarakat. Ini yang terus kami dorong ke depan,” jelasnya. (MT-04)

Tinggalkan Balasan