AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Papua Tengah – Pos Pelayanan (Pospel) Bandar Udara Mozes Kilangin Timika memeriksa 20 batang tanaman sarang semut (Myrmecodia spp.) yang akan dilalulintaskan menuju Bandung, Jawa Barat untuk tujuan penanaman dan budidaya.
Dalam keterasah resmi Karantina Papua Tengah sebagaimana diperoleh malukuterkini.com, Kamis (19/2/2026) disebutkan sebelum diberangkatkan, petugas karantina melakukan serangkaian pemeriksaan guna memastikan tanaman bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Pemeriksaan meliputi pengecekan fisik kondisi tanaman, memastikan tidak terdapat hama, penyakit, atau media pembawa yang berpotensi membawa OPTK, serta memastikan kemasan sesuai standar agar aman selama proses pengiriman. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran hama penyakit tumbuhan antar daerah.
Tanaman sarang semut (Myrmecodia spp.) merupakan tanaman khas Papua yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini dikenal mengandung antioksidan tinggi serta dipercaya membantu meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengontrol kadar gula darah, hingga dimanfaatkan sebagai herbal tradisional untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi peradangan. Dengan budidaya yang tepat, tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.
Melalui kegiatan pemeriksaan ini, Karantina Papua Tengah menjalankan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati Indonesia.
Pengawasan lalu lintas tumbuhan tidak hanya memastikan komoditas yang dilalulintaskan aman dan sehat, tetapi juga melindungi sumber daya alam dari ancaman hama dan penyakit yang dapat merugikan pertanian dan lingkungan.
Karantina Papua Tengah mengimbau masyarakat untuk selalu melaporkan dan memeriksakan komoditas pertanian, hewan, maupun ikan sebelum dilalulintaskan.
Dengan kepatuhan bersama, keamanan hayati dan kekayaan alam Indonesia dapat terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. (MT-01)



Tinggalkan Balasan