Ambon, MalukuTerkini.com – Universitas Pattimura (Unpatti)  memperoleh kuota 7.026 mahasiswa baru yang tersebar pada 82 program studi.

Hal itu diungkapkan Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof Dr Dominggus Malle SPt MSc saat Konferensi Pers Pembukaan Pelaksanaan Penerima Mahasiswa Baru Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Jalur Seleksi Mandiri Unpatti Tahun 2026 di kampus Unpatti, Poka, Ambon, Jumat (20/2/2026).

“Pada tahun 2026 ini, Unpatti memperoleh kuota 7.026 mahasiswa baru yang tersebar pada 82 program studi. Rinciannya melalui jalur SNBP sebanyak 40% dari total 7.026 mahasiswa baru atau sebanyak 2.810 mahasiswa baru; jalur SNBT sebanyak 30% dari total 7.026 mahasiswa baru atau sebanyak 2.108 mahasiswa baru serta jalur jalur Mandiri juga sebanyak 30% dari total 7.026 mahasiswa baru atau sebanyak 2.108 mahasiswa baru,” rinci Prof Malle.

Ia menjelaskan, SNBP dilakukan secara nasional berdasarkan penilaian berbasis nilai raort dan prestasi akademik serta nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Nilai TKA merupakan validator nilai raport . Selain itu peserta yang dinyatakan lulus wajib mengambil/melakukan daftar ulang dan tidak dapat mengikuti SNBT maupun Mandiri di semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN),” jelas Malle yang didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unpatti Dr Nur Aida Kubangun SPd MPd.

Khusus SNBT, katanya, diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK/MA tahun 2026, 2025 dan 2024 serta PAket C tahun 2024 dan 2025 dengan umur maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026.

“Materi tes berupa Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi. Pada seleksi tes ini ada biaya pendaftaran” kata mantan Direktur Pascasarjana Unpatti ini.

Khusus di Unpatti, menurutnya, pelaksanaan tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) akan dilaksanakan di Pusat UTBK pada Kampus Unpatti Poka – Ambon; Sub Pusat UTBK Tual dan Maluku Tenggara;  Sub Pusat UTBK Saumlaki, Sub Pusat UTBK Dobo dan Sub Pusat UTBK Tiakur.

“Untuk Sub Pusat UTBK Bula – Kabupaten Seram Bagian Timur masih dalam tahap negosiasi ulang,”  ungkap Malle yang merupakan Guru Besar Bidang Kepakaran Produksi Ternak pada Fakultas Pertanian Unpatti. (MT-01)