AMBON, MalukuTerkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta memantau adanya 3 bibit siklon tropis di wilayah Indonesia.

Posisi ketiganya dekat dengan Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Diketahui, ketiganya adalah Bibit Siklon Tropis 90S, Bibit Siklon Tropis 93S, dan Bibit Siklon Tropis 92P. Dari ketiga Bibit Siklon Tropis tersebut, kehadiran 93S perlu diwaspadai lantaran punya peluang sedang untuk berkembang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Dalam peta pemantauan yang dibagikan TCWC Jakarta, Bibit Siklon Tropis 90S dan 93S terbentuk di wilayah lautan. Hal ini bisa memberikan dampak tidak langsung pada munculnya gelombang laut setinggi 1,25 meter hingga 6 meter.

Sedangkan Bibit Siklon Tropis 92P yang terbentuk di dataran Australia kini tengah bergerak ke arah barat. Ketika melewati Indonesia, Bibit Siklon Tropis 92P bisa membawa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi.

Sebagaimana postingan Instagram BMKG, Jumat (6/3/2026) berikut dampak ketiga Bibit Siklon Tropis tersebut selengkapnya.

Bibit Siklon Tropis 90S mulai terbentuk pada 27 Februari 2026 pukul 19.00 lalu. Saat ini, posisi Bibit Siklon Tropis 90S terletak di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.

BMKG memprediksikan, angin ini memiliki peluang rendah untuk berkembang jadi siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan. Kondisinya juga semakin melemah meski terus bergerak ke arah tenggara.

Sebaliknya, Bibit Siklon Tropis 93S tengah dalam kondisi yang kuat. Angin ini terbentuk sejak 2 Maret 2026 pukul 13.00 WIB dan kini berada di Samudra Hindia barat Australia.

Dalam 24 jam ke depan, Bibit Siklon Tropis 93S memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dan tengah bergerak perlahan ke arah barat-barat laut.

Kedua Bibit Siklon Tropis ini memberikan dampak tidak langsung terhadap daerah yang dilaluinya, seperti:

Gelombang Laut Tinggi

Ketinggian 1,25-2,5 meter (Moderate Sea)

  • Laut Jawa bagian timur
  • Laut Bali
  • Laut Sumbawa
  • Selat Makassar bagian selatan
  • Laut Flores

 

Ketinggian 2,5-4 meter (Rough Sea)

  • Laut Sawu
  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga DI Yogyakarta

 

Ketinggian 4-6 meter (Very Rough Sea)

  • Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92P mulai terbentuk pada 2 Maret 2026 pukul 07.00 WIB. Saat ini, posisinya berada di daratan Australia bagian utara.

Kendati memiliki peluang rendah untuk berkembang jadi siklon tropis, angin ini tetap memberikan dampak besar ketika bergerak perlahan ke arah barat dalam periode 24 jam ke depan. Dampak yang bisa muncul yaitu:

Hujan dengan Intensitas Sedang hingga Lebat

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Angin Kencang
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur

Gelombang Laut Tinggi

Ketinggian 1,25-2,5 meter (Moderate Sea)

  • Laut Banda
  • Perairan Kepulauan Leti-Tanimbar
  • Perairan Kepulauan Kei-Aru

Ketinggian 2,5-4 meter (Rough Sea)

  • Laut Arafuru

Seluruh peringatan dini ini berlaku hingga Sabtu (7/3/2026) pukul 09.00 WIT. (MT-06)